Abstrak


REPRODUKSI KULTURAL UPACARA WILUJENGAN WUKU LANDEP SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA DI MUSEUM RADYA PUSTAKA SURAKARTA


Oleh :
Aisya Lu'luil Maknun - D0322010 - Fak. ISIP

Perkembangan zaman dan arus globalisasi menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kebudayaan. Salah satunya pada praktik Upacara Wilujengan Wuku Landep yang merupakan salah satu kebudayaan tak benda yang perlu dilestarikan. Dalam menyikapi hal ini, Museum Radya Pustaka sebagai lembaga formal institusi mencoba melestarikan Upacara Wilujengan Wuku Landep yang didasarkan pada naskah kuno koleksi museum sebagai implementasi fungsi edukasi dan pelayanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang musuem melaksanakan wiujengan wuku landep serta reproduksi kultural yang dilakukan dalam praktik upacara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus tunggal dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak birokrat, pemimpin, dan peserta upacara, dokumentasi, dan observasi. Analisis hasil temuan menggunakan teori praktik sosial Pierre Bourdieu untuk melihat praktik upacara wilujengan wuku yang melibatkan berbagai aktor dan modal di ranah museum dengan menggunakan teknik validitas data triangulasi sumber dan analisis menggunakan pattern matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dominasi pada pihak birokrat dalam pelaksanaan wilujengan wuku dengan modal sosial, simbolik, ekonomi, dan budaya. Sehingga terjadi reproduksi kultural sebagai bentuk adaptasi dan penyesuaian dalam pelaksanaan wilujengan wuku, seperti pada penetapan tanggal pelaksanaan, pendanaan dari institusi, pemberian sertifikat, hingga penyesuaian uborampe. Reproduksi kultural yang terjadi menjadi bentuk upaya pelestarian budaya dengan mengelaborasi nilai-nilai budaya dengan regulasi institusional.