Abstrak


MANAJEMEN RISIKO K3 PADA PEKERJAAN PRESS-IN OPEN CAISSON MENGGUNAKAN METODE HIRADC DAN RCA


Oleh :
Ratu Juwita - I0122159 - Fak. Teknik

Pekerjaan press-in open caisson pada Proyek Jakarta Sewerage Development Project Zona 1 Paket 1 merupakan pekerjaan konstruksi bawah tanah dengan potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja tinggi. Pekerjaan ini melibatkan alat berat, sistem hidrolik, penggalian dalam, pergerakan vertikal struktur, dan kondisi tanah yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, menentukan risiko kategori extreme, menganalisis akar penyebab risiko prioritas, serta menyusun rekomendasi pengendalian berbasis akar penyebab. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung analisis semi-kuantitatif. Identifikasi bahaya dilakukan melalui studi dokumen proyek, penelitian terdahulu, observasi lapangan, dan wawancara semi-terstruktur. Variabel risiko disusun berdasarkan lima tahapan pekerjaan dan ditelusuri sumbernya melalui matriks ketertelusuran. Kelayakan isi instrumen dikonfirmasi melalui penilaian ahli, sedangkan nilai likelihood dan severity diperoleh dari 22 responden expert judgment. Data kuesioner diuji melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, uji validitas Spearman Rank, dan uji reliabilitas Cronbach’s Alpha, kemudian dianalisis menggunakan metode HIRADC. Risiko kategori extreme dianalisis lebih lanjut menggunakan RCA dengan pendekatan 5-Why dan Fishbone Diagram. Hasil penelitian menunjukkan 33 risiko K3, terdiri atas 7 risiko kategori medium sebesar 21,21%, 24 risiko kategori high sebesar 72,73%, dan 2 risiko kategori extreme sebesar 6,06%. Risiko extreme meliputi penurunan struktur caisson secara tiba-tiba dan keruntuhan material galian di dalam caisson. Akar penyebab utama berkaitan dengan ketidakseimbangan tahanan tanah, penggalian tidak seimbang, material backfill yang tidak sesuai spesifikasi, serta pemantauan dan pengawasan teknis yang belum optimal. Rekomendasi pengendalian mencakup pemantauan elevasi, kemiringan, laju penurunan, tekanan hidrolik, kondisi tanah, verifikasi material, pengamanan area galian, serta peningkatan koordinasi dan pengawasan pekerjaan.