Abstrak
PENGARUH ELEKTROAKUPUNKTUR DALAM MENGURANGI NYERI MENSTRUASI PADA WANITA USIA REPRODUKSI
Oleh :
Ghinaa Allaamah - G0022090 - Fak. Kedokteran
Ghinaa
Allaamah, G0022090, 2026. Pengaruh Elektroakupunktur dalam Mengurangi Nyeri
Menstruasi pada Wanita Usia Reproduksi. Skripsi. Fakultas Kedokteran,
Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Pendahuluan : Dismenore
primer merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami wanita usia reproduksi
dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Peningkatan kadar prostaglandin
menyebabkan kontraksi uterus berlebihan sehingga menimbulkan nyeri menstruasi.
Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri
menstruasi adalah elektroakupunktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh elektroakupunktur dalam mengurangi nyeri menstruasi pada wanita usia
reproduksi serta membandingkan efektivitasnya dengan terapi obat asam
mefenamat.Metode
:
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Pretest-Posttest
Two Group Design. Penelitian dilakukan di Poli Akupunktur Rumah Sakit
Universitas Sebelas Maret pada bulan April–Mei 2026. Teknik pengambilan sampel
menggunakan consecutive sampling dengan jumlah responden sebanyak 30
orang yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 15 responden kelompok
elektroakupunktur dan 15 responden kelompok terapi obat asam mefenamat. Tingkat
nyeri menstruasi diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis
data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test dan uji Mann Whitney.Hasil
:
Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan rerata skala nyeri menstruasi
pada kelompok elektroakupunktur dari 6,00 menjadi 1,27 setelah intervensi
dengan nilai p<0,001. Pada kelompok terapi obat asam mefenamat juga terjadi
penurunan rerata skala nyeri dari 6,93 menjadi 3,80 dengan nilai p<0,001.
Hasil uji beda menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan
antara terapi elektroakupunktur dan terapi obat asam mefenamat dalam menurunkan
nyeri menstruasi dengan nilai p<0,001.
Simpulan
:
Elektroakupunktur berpengaruh signifikan dalam menurunkan nyeri menstruasi pada
wanita usia reproduksi dan memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan
terapi obat asam mefenamat.Ghinaa
Allaamah, G0022090, 2026. Pengaruh Elektroakupunktur dalam Mengurangi Nyeri
Menstruasi pada Wanita Usia Reproduksi. Skripsi. Fakultas Kedokteran,
Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Pendahuluan : Dismenore
primer merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami wanita usia reproduksi
dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Peningkatan kadar prostaglandin
menyebabkan kontraksi uterus berlebihan sehingga menimbulkan nyeri menstruasi.
Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri
menstruasi adalah elektroakupunktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh elektroakupunktur dalam mengurangi nyeri menstruasi pada wanita usia
reproduksi serta membandingkan efektivitasnya dengan terapi obat asam
mefenamat.
Metode
:
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Pretest-Posttest
Two Group Design. Penelitian dilakukan di Poli Akupunktur Rumah Sakit
Universitas Sebelas Maret pada bulan April–Mei 2026. Teknik pengambilan sampel
menggunakan consecutive sampling dengan jumlah responden sebanyak 30
orang yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 15 responden kelompok
elektroakupunktur dan 15 responden kelompok terapi obat asam mefenamat. Tingkat
nyeri menstruasi diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis
data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test dan uji Mann Whitney.
Hasil
:
Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan rerata skala nyeri menstruasi
pada kelompok elektroakupunktur dari 6,00 menjadi 1,27 setelah intervensi
dengan nilai p<0,001. Pada kelompok terapi obat asam mefenamat juga terjadi
penurunan rerata skala nyeri dari 6,93 menjadi 3,80 dengan nilai p<0,001.
Hasil uji beda menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan
antara terapi elektroakupunktur dan terapi obat asam mefenamat dalam menurunkan
nyeri menstruasi dengan nilai p<0,001.
Simpulan
:
Elektroakupunktur berpengaruh signifikan dalam menurunkan nyeri menstruasi pada
wanita usia reproduksi dan memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan
terapi obat asam mefenamat.