Abstrak


Kajian Kuat Tarik Belah dan Modulus of Rupture pada Polymer Cement Concrete dengan Variasi Resin Epoxy dan Kadar Tetap Fly Ash 5% Sebagai Substitusi Semen


Oleh :
Muhamad Iqbal - I0122117 - Fak. Teknik

Muhamad Iqbal, 2026. Kajian Kuat Tarik Belah dan Modulus of Rupture pada Polymer Cement Concrete dengan Variasi Resin Epoxy dan Kadar Tetap Fly Ash 5% Sebagai Substitusi Semen. Skripsi Program Studi S1 Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kadar resin epoxy dan penambahan fly ash sebesar 5% sebagai substitusi sebagian semen terhadap sifat mekanik Polymer Cement Concrete (PCC), yang ditinjau berdasarkan nilai kuat tarik belah dan modulus of rupture (MOR). Beton PCC merupakan beton yang mengombinasikan semen dan polimer untuk meningkatkan kinerja beton, terutama dalam memperbaiki ikatan antar material penyusun beton, mengurangi porositas, serta meningkatkan ketahanan terhadap retak. Penambahan resin epoxy dan fly ash diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan beton dalam menahan tegangan tarik dan lentur. Oleh karena itu, parameter kuat tarik belah dan modulus of rupture (MOR) digunakan sebagai indikator untuk mengevaluasi performa mekanik PCC. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang dilaksanakan di laboratorium dengan variasi kadar resin epoxy sebesar 0%, 2%, 4%, dan 6% terhadap berat binder, sedangkan fly ash digunakan secara konstan sebesar 5% sebagai substitusi sebagian semen. Benda uji berbentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm digunakan untuk pengujian kuat tarik belah, sementara benda uji balok dengan tinggi 10 cm, lebar 10 cm, dan panjang 40 cm digunakan untuk pengujian modulus of rupture (MOR). Seluruh benda diuji pada umur 28 hari untuk mengetahui pengaruh variasi kadar resin epoxy terhadap karakteristik mekanik PCC. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kadar resin epoxy yang paling efektif dalam meningkatkan kuat tarik belah dan kuat lentur beton, sehingga dapat menjadi alternatif pengembangan material beton yang lebih berkinerja tinggi dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tarik berturut-turut sebesar 2,96 MPa, 3,30 MPa, 3,85 MPa, dan 3,11 MPa, sedangkan untuk pengujian modulus of rupture sebesar 4,10 MPa, 4,48 MPa, 5,26 MPa, dan 4,44 MPa. Hasil pengujian maksimum terdapat pada benda uji dengan variasi resin epoxy kadar 4% karena menghasilkan kuat tarik belah dan modulus of rupture tertinggi. Penambahan resin epoxy secara optimal mampu meningkatkan kepadatan mikrostruktur beton, namun penggunaan berlebihan dapat mengganggu proses hidrasi semen sehingga menurunkan kuat tarik belah dan modulus of rupture.