Abstrak


PENILAIAN MANDIRI TINGKAT PEMENUHAN KRITERIA JALAN HIJAU SERTA IDENTIFIKASI FAKTOR PENGHAMBATNYA


Oleh :
Joy Grenata Lumbantobing - I0122099 - Fak. Teknik

Pembangunan jalan mengonsumsi material dan energi yang signifikan serta menghasilkan emisi yang besar, sehingga prinsip pembangunan berkelanjutan perlu diterapkan melalui program jalan hijau yang diinisiasi oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan. Meskipun sistem pemeringkatan jalan hijau telah dikembangkan secara nasional, penerapannya pada proyek jalan daerah masih jarang dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemenuhan kriteria jalan hijau melalui penilaian mandiri pada perkerasan lentur serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat penerapannya di Provinsi Sumatra Utara. Penelitian kuantitatif ini menggunakan kuesioner penilaian mandiri berdasarkan Pedoman Pemeringkatan Jalan Hijau (Pd 02-2018-B) pada tiga ruas jalan perkerasan lentur, serta metode Delphi yang melibatkan sepuluh responden ahli, dengan konsensus ditentukan melalui interquartile range, standar deviasi, koefisien variasi, dan persentase setuju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ruas Jalan I memperoleh nilai tertinggi sebesar 49,04 poin (peringkat empat bintang), Ruas Jalan II memperoleh 40,13 poin (peringkat tiga bintang), dan Ruas Jalan III memperoleh 12,75 poin (peringkat dua bintang). Kategori konservasi lingkungan dan aktivitas konstruksi mencapai tingkat pemenuhan tertinggi, sedangkan kategori material dan sumber daya serta teknologi perkerasan mendapat tingkat pemenuhan terendah. Seluruh lima belas faktor yang dikaji disepakati responden sebagai faktor hambatan penerapan jalan hijau, dengan faktor finansial mengenai belum adanya prioritas pendanaan untuk konstruksi hijau mencapai persetujuan tertinggi sebesar 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan jalan hijau pada wilayah penelitian masih berada pada tahap transisi yang terutama dipengaruhi oleh hambatan finansial, pengetahuan, regulasi, sosial budaya, dan teknis.