Abstrak


ANALISIS RISIKO K3 PADA PEKERJAAN PNEUMATIC CAISSON MENGGUNAKAN METODE HIRARC DAN BOWTIE


Oleh :
Nadya Amanda Hendita. T - I0122138 - Fak. Teknik

Konstruksi bawah tanah dengan metode Pneumatic Caisson menyimpan risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Tekanan udara kerja hingga 0,255 MPa, ruang kerja terbatas, serta ancaman dekompresi dan paparan gas berbahaya menjadi penyebab utamanya. Penelitian ini dilakukan pada proyek Lifting Pump Station (LPS) Jakarta Sewerage Development Project Zona 1 Paket 1. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko menggunakan metode HIRARC, menentukan risiko yang masuk kategori extreme, serta menganalisis risiko extreme tersebut dengan metode Bowtie untuk memetakan penyebab, kejadian puncak, konsekuensi, dan kebutuhan pengendalian.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan personel HSE dan Site Engineer, expert judgement, serta studi dokumen proyek seperti Method Statement dan Job Safety Analysis. Sebanyak 20 responden yang terdiri atas 15 personel HSE dan 5 Site Engineer dipilih melalui purposive sampling untuk memberikan penilaian terhadap tingkat kemungkinan (likelihood) dan tingkat keparahan (severity). Berdasarkan uji validitas Spearman (r tabel = 0,450), diperoleh 21 variabel bahaya yang dinyatakan valid. Penilaian risiko terhadap 21 variabel tersebut mengacu pada matriks AS/NZS 4360:2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 21 risiko K3 pada pekerjaan Pneumatic Caisson, terdapat 10 risiko kategori medium (47,6%), 5 risiko kategori high (23,8%), 4 risiko kategori low (19,0%), dan 2 risiko kategori extreme (9,5%). Kedua risiko extreme tersebut adalah perubahan tekanan udara dan paparan gas berbahaya (H₂S, CH₄, CO) di ruang terbatas. Analisis Bowtie berhasil memetakan ancaman (threats), kejadian puncak (top event), konsekuensi, kontrol pencegahan dan mitigasi, serta faktor eskalasi beserta kontrol eskalasinya pada kedua risiko prioritas tersebut.