Abstrak


Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis terhadap Lama Rawat Inap pada Pasien Bedah Digestif di rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi Solo Tahun 2025


Oleh :
Reva Ismawati - M0622059 - Fak. MIPA

Penggunaan antibiotik profilaksis pada tindakan bedah digestif bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi pascaoperasi. Ketidaktepatan penggunaan antibiotik profilaksis dapat memengaruhi outcome klinis pasien, termasuk lama rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis dan hubungannya dengan lama rawat inap pada pasien bedah digestif di Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi Solo tahun 2025. Pendekatan yang digunakan adalah retrospektif dengan desain observasional analitik. Data diperoleh dari rekam medis, dengan sampel sebanyak 93 pasien. Penilaian ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis dilakukan berdasarkan panduan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 28 Tahun 2021 dan American Society of Health-System Pharmacists (ASHP) tahun 2013, meliputi ketepatan jenis, dosis, indikasi, rute, dan waktu pemberian. Analisis data dilakukan menggunakan Chi-Square atau Fisher’s Exact Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis berdasarkan indikasi dan rute pemberian mencapai 100%, diikuti waktu pemberian sebesar 86,0%, ketepatan dosis sebesar 8,6%, dan ketepatan jenis antibiotik sebesar 4,3%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ketepatan dosis antibiotik profilaksis dengan lama rawat inap pasien (p<0,05). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketepatan jenis dan waktu pemberian antibiotik profilaksis dengan lama rawat inap pasien (p≥0,05). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa masih ditemukan ketidaktepatan pada beberapa aspek penggunaan antibiotik profilaksis yaitu ketepatan jenis, dosis, dan waktu pemberian antibiotik profilaksis serta hanya ketepatan dosis antibiotik profilaksis yang berhubungan dengan lama rawat inap pasien bedah digestif.