Abstrak
Produksi Mosquito Repellent dari Ekstrak Serai Wangi, Jeruk Manis, dan Peppermint
Oleh :
Edoardo Bagaskoro Mikael - V4123024 - Sekolah Vokasi
Repellent
nyamuk komersial sering mengandung bahan kimia sintetis seperti DEET yang
berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan gangguan pernapasan. Sebagai
alternatif yang aman, kegiatan ini mengembangkan produk spray anti
nyamuk "Singkir" dengan memanfaatkan ekstrak serai wangi, jeruk
manis, dan peppermint. Ekstrak serai wangi mengandung senyawa
sitronellal, sitronelol, dan geraniol untuk mengganggu sistem penciuman nyamuk;
kulit jeruk manis kaya limonene untuk melumpuhkan nyamuk; serta peppermint
mengandung menthol sebagai aromaterapi sekaligus menutupi bau manusia. Tujuan
tugas akhir ini untuk memproduksi spray repellent alami, menerapkan
strategi pemasaran, dan menganalisis kelayakan usaha produk. Pelaksanaan tugas
akhir dilakukan di Kel. Joglo, Kec. Banjarsari, Kota
Surakarta, dengan metode pencampuran fase air
(aquadest dan gliserin) serta fase minyak (minyak atsiri, α-Tocopherol, dan
Tween 20) yang diencerkan menggunakan alkohol denat. Sebanyak 60 botol spray
berukuran 50 ml berhasil diproduksi dalam satu batch dengan
karakteristik sediaan yang ringan di kulit.
Strategi pemasaran
diterapkan melalui SWOT, STP, dan marketing mix 4P dengan harga jual Rp20.000
per botol. Sistem penjualan menyasar keluarga ekonomi menengah dan mahasiswa
UNS, dengan promosi dilakukan secara langsung (offline) dan tidak
langsung melalui media sosial Instagram, WhatsApp, serta Telegram. Berdasarkan
analisis kelayakan usaha yang dilakukan, produk Singkir mendapatkan total
penerimaan sebesar Rp1.200.000 dengan keuntungan sebesar Rp272.959 dari total
biaya produksi Rp927.041 dan HPP Rp15.451 per unit. Analisis R/C ratio
produk Singkir yaitu sebesar 1,29 dan B/C ratio 0,29 dengan ROI 92%,
mengindikasikan bahwa usaha ini layak dan menguntungkan untuk dikembangkan.