Abstrak
Pergeseran Orientasi Pandangan India Terhadap Indus Water Treaty dalam Rivalitas India-Pakistan
Oleh :
Elsa Namira - D0422021 - Fak. ISIP
Sejak ditandatangani pada tahun 1960, IWT
sering dipandang sebagai salah satu perjanjian pembagian sumber daya air paling
berhasil karena tetap bertahan meskipun kedua negara mengalami perang, konflik
bersenjata, dan berbagai krisis politik. Namun, sejak pemerintahan Narendra
Modi, kebijakan India terhadap IWT menunjukkan perubahan yang semakin tegas,
ditandai dengan percepatan pembangunan infrastruktur hidrologi, pengajuan
Notice for Modification pada tahun 2023 dan 2024, hingga penempatan IWT dalam status
held in abeyance pasca serangan Pahalgam tahun 2025. Perubahan tersebut
menunjukkan bahwa India tidak lagi memandang IWT sebagai instrumen kerja sama
teknis, tetapi juga sebagai bagian dari kalkulasi kepentingan nasional dalam
rivalitas dengan Pakistan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan mengapa
kebijakan India terhadap IWT menjadi lebih tegas dalam rivalitas India-Pakistan.
Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian hubungan
internasional mengenai pengelolaan sumber daya air lintas batas dan hubungan
antara kepentingan nasional dengan kebijakan luar negeri. Secara praktis,
penelitian ini memberikan pemahaman mengenai dinamika pengelolaan sumber daya
air dalam hubungan bilateral India-Pakistan. Penelitian menggunakan metode
kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka
terhadap buku, jurnal ilmiah, dokumen resmi pemerintah, laporan lembaga
internasional, serta publikasi media yang relevan. Analisis dilakukan
menggunakan konsep National Interest Defined as Power yang akan menjelaskan
perubahan kalkulasi kepentingan nasional India terhadap IWT. Penelitian menunjukkan
bahwa ketegasan kebijakan India terhadap IWT merupakan hasil evaluasi strategis
yang bersifat rasional dan bertahap. Pertama, India mulai memandang sumber daya
air dan posisi upper-riparian state sebagai bagian dari national
power yang perlu dioptimalkan. Kedua, kesenjangan struktural ketergantungan
sumber daya air antara India dan Pakistan, yang diperkuat oleh pertumbuhan
kebutuhan domestik serta tekanan perubahan iklim, meningkatkan nilai strategis
Indus bagi India. Ketiga, ancaman keamanan yang berulang, khususnya pasca
serangan Uri 2016, Pulwama 2019, dan Pahalgam 2025, menjadi pemicu yang
mempercepat perubahan kalkulasi tersebut. Keempat, dukungan domestik yang kuat
serta legitimasi internasional yang dimiliki India memungkinkan kebijakan yang
lebih tegas terhadap IWT dapat dijalankan secara berkelanjutan. Dengan
demikian, pergeseran orientasi India terhadap IWT terjadi karena adanya perubahan
dalam meredefinisi kepentingan nasional India yang semakin menempatkan sumber daya
air sebagai instrumen untuk mempertahankan dan meningkatkan kekuatan nasional.