Abstrak
PRARANCANGAN PABRIK MAGNESIUM SULFAT HEPTAHIDRAT DARI MAGNESIUM KARBONAT DAN ASAM SULFAT DENGAN KAPASITAS 60.000 TON/TAHUN
Oleh :
Fadiah Luthfi Sya'arani - I0522041 - Fak. Teknik
Fadiah Luthfi Sya’arani,
Theodora Putri Atmaji, 2026. Prarancangan
Pabrik Magnesium Sulfat Heptahidrat dari Magnesium Karbonat dan Asam
Sulfat Kapasitas 60.000 Ton/Tahun.
Program Studi Sarjana Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas
Maret.Magnesium sulfat
heptahidrat (MgSO4.7H2O) atau epsomite adalah salah satu jenis garam yang mengandung
mineral magnesium, yang sering digunakan di bidang medis dan pertanian. Dalam
bidang medis epsomite diketahui efektif untuk mencegah dan mengurangi
kejang pada eklamsia, serta berperan sebagai terapi tambahan dalam
membantu menurunkan tekanan darah. Sementara di bidang pertanian, berfungsi
sebagai sumber magnesium dan sulfur yang esensial bagi tanaman serta mendukung
pertumbuhan tanaman. Pabrik magnesium sulfat heptahidrat direncanakan mulai
beroperasi pada tahun 2029 di Kecamatan. Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur dengan
kapasitas 60.000 ton/tahun. Setiap 1 kg produk magnesium sulfat heptahidrat membutuhkan
0,531 kg MgCO3, 0,422 kg H2SO4
, 0,596 kg H2O, 2,486 kg udara kering, serta menghasilkan 0,186 kg
limbah gas CO2, 0,0443 kg limbah padat Al2O3,
SiO2, Fe2O3, CaSO4, 0,271 kg recycle
air ke utilitas dan 2,53 kg udara keluar dari proses pengeringan.Reaksi pembuatan magnesium
sulfat heptahidrat terjadi pada fase padat secara eksotermis. Magnesium sulfat
heptahidrat dihasilkan dari proses reaksi magnesium karbonat dengan asam sulfat
pada suhu 49oC dengan tekanan 1,013 bar menggunakan
reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) dengan kondisi adiabatis. Konversi
reaktor sebesar 99%. Produk reaksi selanjutnya dipisahkan dari impuritas
menggunakan rotary drum vacuum filter. Filtrat kemudian dipanaskan dan
dialirkan menuju evaporator, untuk pemekatan MgSO4 dengan menguapkan
H2O. Produk keluaran evaporator kemudian didinginkan dalam cooler,
kemudian produk dimurnikan menggunakan crystallizer untuk mencapai
kemurnian 99,5%. Produk keluaran crystallizer akan dimurnikan
menggunakan centrifuge. Arus keluaran centrifuge berupa produk
kristal akan dikeringkan menggunakan rotary dryer Sedangkan mother
liquor akan di-recycle kembali ke reaktor dan crystallizer.Unit pendukung proses
pabrik meliputi unit pengadaan air sebesar 87,36 L/kg produk dari sungai
Bengawan Solo, unit pengadaan saturated steam 0,895 kg/kg produk (138,88℃), unit pengadaan udara tekan sebesar 0,0132
m3/kg produk (4,053 bar, 45oC), unit
pengadaan listrik sebesar 0,16 kWh/kg produk,
unit pengadaan bahan bakar HSD sebesar 0,038 L/kg produk dan IDO sebesar 0,07 L/kg produk. Pabrik juga menyediakan
laboratorium untuk mengontrol mutu bahan baku, produk, dan air sesuai dengan
spesifikasi. Pabrik akan dibangun dengan bentuk usaha Perseroan Terbatas (PT) menggunakan
struktur organisasi berupa line and staff. Kebutuhan tenaga kerja
berjumlah 182 orang dengan 66 orang pegawai non-shift dan 116 orang
pegawai shift. Kebutuhan manhour sebesar 6,066 manhour/ton
produk. Berdasarkan analisis
keselamatan menggunakan software ALOHA, potensi penyebaran uap asam
sulfat relatif rendah sehingga risiko terhadap lingkungan sekitar dapat
diminimalkan dengan penerapan sistem keselamatan yang memadai. Oleh karena itu,
pabrik dinilai aman untuk dioperasikan.
Berdasarkan perhitungan ekonomi diperoleh nilai Payback
Period (PBP) dan Discounted Payback Period (DPBP) selama 2,036 tahun
dan 2,43 tahun, Rate of Return on Investment (ROROI) dan Discounted
Cash Flow Rate of Return (DCFROR) sebesar 40,41% dan 23,36%. Evaluasi
resiko dalam perhitungan profitabilitas didapatkan nilai Break Event Point
sebesar 50,56% dan Shut Down Point sebesar 31,52%. Dari analisis ekonomi,
analisa teknis, dan analisis keselamatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa
pabrik magnesium sulfat heptahidrat dengan kapasitas 60.000 ton/tahun layak
didirikan.