Abstrak


Evaluasi Implementasi Last Planner System serta Rekomendasi Peningkatan melalui Integrasi Tools Lean Construction (Studi Kasus : Proyek Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 2)


Oleh :
Mawar Istiqomah - I0122112 - Fak. Teknik

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya keterlambatan dan rendahnya keandalan perencanaan pada proyek konstruksi meskipun Last Planner System (LPS) telah diterapkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa implementasi LPS belum selalu berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi LPS, menilai kinerjanya, mengidentifikasi keterbatasan yang muncul selama penerapan, serta merumuskan rekomendasi peningkatan melalui integrasi tools Lean Construction pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 2. Penelitian ini didasarkan pada teori manajemen proyek konstruksi, Lean Construction, Last Planner System (LPS), dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-evaluatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, observasi, wawancara, dan kuisioner. Data sekunder diperoleh dari dokumen proyek berupa milestone planning, lookahead planning, dan constraint management selama periode November–Desember 2025 (8 pekan). Sementara itu, data primer diperoleh melalui wawancara dan kuisioner kepada Coordinator Project Control. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap implementasi tahapan LPS, evaluasi reliabilitas rencana menggunakan Percent Plan Complete (PPC), analisis deviasi jadwal, identifikasi constraint dominan, serta penentuan prioritas rekomendasi menggunakan metode AHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi LPS telah diterapkan melalui tahapan Master Schedule, Phase Planning, Lookahead Planning, Weekly Work Plan, dan Learning dengan tingkat implementasi yang tergolong baik. Nilai rata-rata PPC sebesar 82% menunjukkan reliabilitas rencana yang relatif tinggi, meskipun masih terjadi fluktuasi ketercapaian antar periode pelaporan. Analisis constraint menunjukkan bahwa waste dominan berupa waiting, yang mengindikasikan masih adanya hambatan pada kesiapan pekerjaan dan kontinuitas aliran kerja. Berdasarkan hasil AHP, Takt Planning terpilih sebagai rekomendasi utama karena dinilai paling efektif dalam mengurangi waste waiting dan meningkatkan stabilitas alur kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi LPS telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan pada aspek make ready planning dan pengendalian aliran kerja agar lebih andal dan berkelanjutan.