Usahatani jagung merupakan salah satu sektor pertanian yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani. Kegiatan usahatani jagung di Kabupaten Toba menghadapi ketidakpastian akibat fluktuasi produksi yang dipengaruhi kondisi alam serta perubahan harga jual yang berdampak pada pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usahatani jagung, menganalisis tingkat risiko produksi, risiko harga, dan risiko pendapatan, serta mengkaji strategi mitigasi risiko yang diterapkan petani. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Kecamatan Uluan dan Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba. Sampel penelitian berjumlah 86 petani yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data meliputi analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan, analisis risiko menggunakan koefisien variasi (CV) dan batas bawah (L), serta analisis strategi mitigasi risiko menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya usahatani jagung sebesar Rp16.793.272/ha pada musim tanam I dan Rp16.440.667/ha pada musim tanam II. Rata-rata pendapatan mencapai Rp20.107.292/ha pada musim tanam I dan Rp18.006.701/ha pada musim tanam II. Risiko produksi dan risiko harga tergolong rendah, sedangkan risiko pendapatan tergolong rendah pada musim tanam I dan tinggi pada musim tanam II sehingga masih berpotensi menimbulkan kerugian. Strategi mitigasi yang diterapkan meliputi retensi risiko, reduksi risiko, dan penghindaran risiko melalui penyesuaian waktu tanam sesuai Kalender Tanam Terpadu (Katam).