Abstrak


Perbandingan Kebutuhan Material Tulangan dan Waste Tulangan antara Bar Bending Schedule dan Quantity Take-Off pada Pekerjaan Beton Bertulang


Oleh :
Alvina Safitri - I0122018 - Fak. Teknik

Perhitungan kebutuhan tulangan yang tidak akurat dan pemotongan yang kurang optimal dapat menimbulkan pemborosan material (waste) sehingga meningkatkan biaya konstruksi. Penerapan Building Information Modelling (BIM) menawarkan pendekatan yang lebih terintegrasi dalam perencanaan kebutuhan material. Penelitian ini bertujuan membandingkan kebutuhan tulangan balok dan kolom antara metode Bar Bending Schedule (BBS) dan Quantity Take-Off (QTO) berbasis BIM menggunakan Autodesk Revit, membandingkan keduanya dengan estimasi SNI 7394:2008, serta mengetahui persentase waste dari simulasi pemotongan menggunakan Cutting Optimization Pro. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan studi kasus Proyek Gedung Parkir Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Pemodelan 3D dilakukan pada Autodesk Revit untuk QTO otomatis, sedangkan BBS disusun manual menggunakan Microsoft Excel. Hasil menunjukkan rata-rata selisih kebutuhan tulangan BBS dan QTO sebesar 1,14%, dengan selisih terbesar pada P8 (3,06%) dan terkecil pada P10 (0,12%). Kebutuhan tulangan BBS dan QTO lebih rendah dibandingkan estimasi SNI 7394:2008, sehingga SNI dapat digunakan sebagai acuan awal perencanaan. Rata-rata waste tulangan sebesar 3,81% (BBS) dan 3,64% (QTO), dengan waste terbesar pada P12 dan terkecil pada D10.