Abstrak


HUBUNGAN ANTARA LAMA KEMOTERAPI DENGAN DEPRESI PADA PASIEN ANAK OSTEOSARKOMA


Oleh :
Wildan Maulana Alfiansah - G0022216 - Fak. Kedokteran

Pendahuluan: Osteosarkoma merupakan keganasan tulang primer yang paling sering terjadi pada anak dan remaja. Kemoterapi sebagai terapi utama dapat memengaruhi kondisi psikologis pasien, termasuk depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama kemoterapi dengan tingkat depresi pada pasien anak osteosarkoma di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sebanyak 25 pasien osteosarkoma usia 7–18 tahun dipilih menggunakan teknik total sampling. Lama kemoterapi dikategorikan menjadi <5 minggu dan ≥5 minggu berdasarkan rekam medis. Tingkat depresi diukur menggunakan Patient Health Questionnaire-9 Modified for Adolescents (PHQ-9A). Analisis data dilakukan menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05.Hasil: mayoritas responden berusia rerata 14,1 ± 1,87 tahun, berjenis kelamin laki-laki (68,0%), menjalani kemoterapi ≥5 minggu (72,0%), berada pada fase adjuvan (60,0%), dan mengalami depresi ringan (68,0%). Analisis menunjukkan hubungan lama kemoterapi dengan tingkat depresi pasien anak osteosarkoma (p=0,017). Pasien kemoterapi <5 minggu lebih banyak mengalami depresi sedang, sedangkan pasien kemoterapi ≥5 minggu lebih banyak mengalami depresi ringan. Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara lama kemoterapi dengan tingkat depresi pada pasien anak osteosarkoma di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Pasien yang menjalani kemoterapi <5 minggu cenderung lebih banyak mengalami depresi sedang dibandingkan pasien yang menjalani kemoterapi ≥5 minggu.