Abstrak


Hubungan Penerimaan Diri dan Gejala Distres Psikologis pada Perempuan Dengan Kanker Payudara di Komunitas Lovely Pink Solo


Oleh :
F. Riski Anggraeni - P0122084 - Fak. Psikologi

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang secara konsisten menjadi kasus terbanyak terjadi di Indonesia. Lovely Pink Solo (LPS) merupakan salah satu komunitas dukungan sosial bagi perempuan dengan kanker payudara yang aktif memberikan wadah berbagi pengalaman, edukasi, dan pendampingan bagi anggotanya. Meskipun demikian, sejumlah anggota komunitas LPS menunjukkan gejala distres psikologis yang pada akhirnya dapat berdampak pada menurunnya kondisi kesehatan. Di sisi lain, penerimaan diri menjadi salah satu faktor yang dapat membantu individu dalam mengatasi dampak penyakit maupun proses pengobatan yang dijalani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara penerimaan diri dan distres psikologis pada perempuan dengan kanker payudara di komunitas LPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 70 perempuan (M = 51,77; SD = 8,02) yang diperoleh melalui metode purposive sampling dengan kriteria anggota komunitas yang masih terdiagnosis kanker payudara karena kondisi tersebut dinilai paling relevan untuk memahami dinamika distres psikologis yang sedang dialami perempuan dengan kanker payudara. Instrumen yang digunakan adalah Skala Penerimaan Diri oleh Fatonah dan Husna (2020; α = ,95) dan Kessler Psychological Distress Scale (K10; α = ,92) yang telah dimodifikasi peneliti untuk menyesuaikan karakteristik partisipan dan tujuan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji non-parametrik Spearman. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara penerimaan diri dan distres psikologis dengan kekuatan hubungan lemah (ρ = -,25; p = ,019). Melalui kekuatan hubungan yang tergolong lemah, hasil tetap menunjukkan bahwa penerimaan diri berhubungan terhadap penurunan distres psikologis pada perempuan dengan kanker payudara meskipun bukan menjadi satu-satunya faktor yang berperan. Penelitian memiliki keterbatasan terkait generalisasi hasil karena partisipan berasal dari satu komunitas. Meskipun demikian, temuan ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi komunitas LPS dalam memahami peran penerimaan diri bersama faktor lain seperti dukungan sosial komunitas terhadap gejala distres psikologis yang dialami anggotanya.