Abstrak


Hubungan Responsive Feeding terhadap Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sibela


Oleh :
Hanifa Silmi Fadila - G0222062 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Permasalahan status gizi pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat baik di tingkat global maupun nasional. Anak usia 2–5 tahun merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi. WHO dan UNICEF merekomendasikan pendekatan responsive feeding untuk membentuk perilaku pemberian makan yang aktif, interaktif, dan responsif terhadap sinyal lapar serta kenyang anak. Namun, hubungannya dengan status gizi anak masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan responsive feeding terhadap status gizi anak usia 2-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sibela.Metode: Desain penelitian ini menggunakan crosss sectional. Pengambilan data dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sibela Kota Surakarta pada bulan Februari-Maret 2026 melalui kegiatan posyandu dan door-to-door. Dalam penelitian ini populasinya adalah pengasuh dan anak usia 2-5 tahun. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 94 orang dengan teknik sampling dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu meliputi pusposive sampling, proportionate sampling dan simple random sampling. Data responsive feeding diambil menggunakan kuesioner RFPAT sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan indikator BB/TB. Analisis statistik menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact.Hasil: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara responsive feeding terhadap status gizi anak usia 2-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sibela (p = 0,090).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara responsive feeding dengan status gizi anak usia 2-5 tahun. Hal ini disebabkan status gizi anak bersifat multifaktoral sehingga tidak hanya dipengaruhi oleh responsive feeding. Penelitian selanjutnya disarankan mempertimbangkan asupan zat gizi sebagai salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi status gizi anak. Meskipun demikian, komponen-komponen pada praktik responsive feeding tetap direkomendasikan sebagai bagian dari edukasi kepada orang tua atau pengasuh untuk membentuk perilaku pemberian makan yang positif.