Abstrak


Perbandingan Kemampuan Diskriminasi Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR), Mean Platelet Volume (MPV), dan Skor Sofa dalam Memprediksi Mortalitas Pasien Sepsis pada RSUD Dr Moewardi Surakarta


Oleh :
Avicenna Rizqi Noorsyah - G0022045 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Sepsis merupakan masalah kesehatan global dengan tingkat mortalitas tinggi yang memerlukan biomarker sederhana untuk memprediksi prognosis pasien secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan diskriminasi Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR), Mean Platelet Volume (MPV), dan skor Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) dalam memprediksi mortalitas pasien sepsis.Metode: Observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif terhadap 90 sampel pasien sepsis di ICU dan HCU RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman, Mann-Whitney U, kurva Receiver Operating Characteristic (ROC), Uji DeLong, dan regresi logistik biner. Hasil: Skor SOFA memiliki kemampuan diskriminasi sedang yang signifikan dengan Area Under the Curve (AUC) sebesar 0,725 (p = 0,002; titik potong optimal ≥ 8,50; sensitivitas 82,9%; spesifisitas 65,0%). Sebaliknya, kemampuan diskriminasi NLR tergolong buruk dengan AUC 0,617 (p = 0,111), dan MPV dinilai gagal dengan AUC 0,593 (p = 0,207) sehingga keduanya tidak signifikan secara statistik. Hasil uji DeLong menunjukkan tidak terdapat perbedaan kemampuan diskriminasi yang signifikan secara statistik antara nilai AUC skor SOFA, NLR, dan MPV. Pada analisis multivariat, hanya skor SOFA yang berpengaruh signifikan terhadap probabilitas mortalitas pasien sepsis (p = 0,001; Odds Ratio = 1,333), sedangkan NLR dan MPV tidak menunjukkan pengaruh bermakna setelah dikontrol oleh skor SOFA. Simpulan: Skor SOFA merupakan prediktor klinis yang valid dan memiliki kemampuan diskriminasi tertinggi dalam menentukan risiko mortalitas pasien sepsis, sementara parameter hematologi sederhana seperti NLR dan MPV tidak memiliki kemampuan prediktif yang signifikan pada populasi penelitian ini.