Abstrak
Pemilihan Alternatif Fasilitas Surface Waterflood Struktur B-3 Menggunakan Metode AHP-TOPSIS
Oleh :
Muhammad Dafa Alhakim - I0322082 - Fak. Teknik
Penurunan produksi alami (natural decline) pada lapangan migas matang di
Indonesia memerlukan implementasi metode Enhanced Oil Recovery (EOR)
berupa injeksi air (waterflood). Pada proyek waterflood Struktur B-3 yang dikelola
oleh PT Pertamina EP Regional 2 Zona 5, pemilihan desain fasilitas permukaan
(surface facilities) menjadi keputusan krusial karena berisiko tinggi dan padat
modal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria keekonomian prioritas
serta meranking tiga alternatif fasilitas surface (B2C Demolition, B2C Deck
Extension + Piling Works, dan New Platform beside B2C) menggunakan
pendekatan Multi Criteria Decision Making (MCDM). Metode Analytical
Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menghitung bobot prioritas dari enam
kriteria ekonomi proyek berdasarkan expert judgment, sedangkan metode
Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)
diaplikasikan untuk meranking alternatif berdasarkan kedekatannya dengan solusi
ideal. Hasil pengolahan AHP menunjukkan bahwa kriteria kelompok maximize
yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability
Index (PI) memiliki prioritas tertinggi dengan bobot masing-masing sebesar 27%.
Hasil perhitungan TOPSIS merekomendasikan Alternatif 1 (B2C Demolition)
sebagai opsi fasilitas paling optimal dengan nilai preferensi tertinggi sebesar
0,72491, diikuti oleh Alternatif 2 (0,43965), dan Alternatif 3 (0,40720). Hasil
penelitian ini secara objektif memvalidasi bahwa strategi demolisi fasilitas eksisting
memberikan efisiensi Capital Expenditure (CAPEX) dan Operational Expenditure
(OPEX) terbaik, sehingga mendukung pencapaian nilai proyek sesuai dengan
kerangka manajemen On Time, On Budget, On Scope, On Return (OTOBOSOR).