Abstrak
Hubungan Keterhubungan Keluarga dan Kejelasan Konsep Diri yang Dimediasi oleh Strategi Sosio-Kognitif Identitas pada Remaja Awal
Oleh :
Syifa Dwi Rahayu Sasongkojati - P0122231 - Fak. Psikologi
Remaja awal merupakan salah satu tahapan kehidupan yang bersifat krusial untuk pembentukan kejelasan konsep diri dan hal ini dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, terutama hubungan dengan keluarga. Namun, keterhubungan dengan keluarga tidak hanya secara langsung membentuk kejelasan konsep diri, melainkan bekerja melalui mekanisme psikologis berupa strategi sosio-kognitif identitas yang digunakan remaja dalam memproses dan mengkonstruksi identitas dirinya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji peran strategi sosio-kognitif identitas sebagai mediator dalam hubungan antara keterhubungan keluarga dan kejelasan konsep diri pada remaja awal. Jumlah partisipan penelitian ini adalah 531 remaja awal berusia 13-15 tahun (Perempuan = 277; Laki-laki = 254; Musia = 13,79; SDusia = 0,80) dengan teknik pengumpulannya berupa convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Family Connectedness Scale (α = 0,778 - 0,820), ISI-5 (α = 0,761 - 0,900), dan Self-Concept Clarity Scale (α = 0,881). Analisis mediasi dilakukan menggunakan PROCESS Macro Model 4 pada aplikasi SPSS 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterhubungan keluarga yang terdiri dari keterhubungan orang tua dan keterhubungan saudara kandung tidak berpengaruh secara langsung terhadap kejelasan konsep diri. Dari keempat dimensi strategi sosio-kognitif identitas, hanya gaya informatif yang terbukti memediasi hubungan antara kedua subskala keterhubungan keluarga dengan kejelasan konsep diri secara signifikan, dengan arah indirect effect yang negatif. Gaya normatif, gaya menunda-menghindar, dan komitmen tidak terbukti sebagai mediator yang signifikan.