Abstrak


Pusat Seni dan Budaya dengan Pendekatan Neo-Vernakular di Surakarta


Oleh :
Salwa Rahmanisa - I0222127 - Fak. Teknik

Perkembangan ekonomi kreatif pada era Revolusi Industri 4.0 menempatkan kreativitas, inovasi, dan pelestarian budaya sebagai faktor penting dalam meningkatkan daya saing kota. Surakarta memiliki potensi sebagai kota seni dan budaya yang diperkuat melalui penetapan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) tahun 2019 dan keanggotaan UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori Crafts and Folk Art tahun 2023. Meskipun didukung oleh beragam subsektor ekonomi kreatif, aktivitasnya masih berlangsung secara terpisah sehingga kolaborasi belum optimal, sementara modernisasi turut mengancam identitas budaya dan arsitektur lokal. Kondisi tersebut melatarbelakangi perancangan Pusat Seni dan Budaya dengan Pendekatan Neo-Vernakular di Surakarta sebagai wadah terpadu bagi pengembangan seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Buku konsep ini memaparkan proses perancangan yang meliputi identifikasi proyek, perumusan permasalahan, kajian pustaka, analisis, pengembangan konsep, hingga hasil desain. Pendekatan neo-vernakular diterapkan melalui reinterpretasi nilai, filosofi, bentuk, dan karakter arsitektur tradisional Jawa ke dalam rancangan yang modern, kontekstual, dan adaptif. Konsep desain dikembangkan pada aspek pengolahan tapak, ruang, massa dan tampilan bangunan, serta struktur dan utilitas. Hasil perancangan diharapkan mampu menjadi wadah apresiasi, edukasi, produksi, dan kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif sekaligus mendukung pelestarian budaya, penguatan identitas arsitektur lokal, peningkatan daya tarik wisata, dan pertumbuhan ekonomi kreatif Kota Surakarta secara berkelanjutan.