Abstrak


POLA RELASI KUASA DALAM KELUARGA DUAL-CAREER DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PEREMPUAN PEKERJA DI KOTA SURAKARTA


Oleh :
Nida Adima Salsabillah - D0322079 - Fak. ISIP

Fenomena keluarga dual-career menunjukan adanya keterlibatan perempuan dalam dunia kerja tidak selalu diikuti oleh perubahan pembagian peran dan tanggung jawab reproduksi dalam keluarga. Kondisi ini menarik untuk dikaji dari perspektif sosiologi untuk melihat pola relasi kuasa dalam keluarga dual-career pada perempuan pekerja serta implikasinya terhadap penggunaan alat kontrasepsi dalam Program Keluarga Berencana (KB) di Kota Surakarta menggunakan teori Feminisme Eksistensialis. Bagaimana perempuan pekerja memaknai penggunaan alat kontrasepsi sebagai salah satu strategi dalam menjaga kualitas keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan berlandaskan teori Feminisme Eksistensialis Simone de Beauvoir. Lokasi penelitian berada di Kota Surakarta, dan sumber primer dalam penelitian ini adalah perempuan pekerja dari keluarga dual career pengguna alat kontrasepsi dalam Program Keluarga Berencana, dengan data sekunder yang diambil dari jurnal dan artikel ilmiah yang mendukung hasil penelitian. Informan Kunci merupakan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Program Keluarga Berencana, informan utama dalam penelitian adalah perempuan pekerja, dan informan pendukung adalah anggotta keluarga. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan di pilih menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan validitas data dilakukan melalui triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola relasi kuasa dalam keluarga dual career, yaitu male-dominated, female-dominated, dan egaliter. Meskipun pola relasi kuasa berbeda, perempuan tetap menjadi pihak utama yang bertanggung jawab dalam penggunaan alat kontrasepsi dan pengendalian fertilitas keluarga. Keputusan penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, kondisi kesehatan, tuntutan pekerjaan, serta lingkungan keluarga dan sosial. Perempuan pekerja memaknai penggunaan kontrasepsi sebagai strategi untuk menjaga kualitas keluarga melalui stabilitas ekonomi, keharmonisan hubungan sosial, serta optimalisasi sosialisasi nilai dan pendidikan karakter anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam ranah publik dan ekonomi keluarga belum sepenuhnya diikuti oleh pembagian tanggung jawab reproduksi yang setara antara laki-laki dan perempuan.