Abstrak
Perilaku Geser Balok Beton Bertulang HVFA-SCC dengan Variasi Tulangan Sengkang: Studi Eksperimental Laboratorium dan Analisis Numerik Response-2000
Oleh :
Nikolas Arya Dewandaru - I0122146 - Fak. Teknik
Penggunaan High Volume Fly Ash Self-Compacting Concrete (HVFA-SCC)
sebagai material beton berkelanjutan terus berkembang seiring tuntutan untuk
menekan emisi karbon dalam industri konstruksi. Namun, perilaku geser balok
beton bertulang HVFA-SCC belum sepenuhnya dipahami karena perbedaan sifat
material dan mekanisme retak dibandingkan beton konvensional. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji kapasitas geser, pola retak, dan mekanisme keruntuhan
balok HVFA-SCC secara eksperimental, membandingkan hasilnya dengan analisis
numerik menggunakan Response-2000 berbasis Modified Compression Field
Theory (MCFT), serta menganalisis pengaruh variasi rasio tulangan geser
terhadap kapasitas geser balok melalui analisis numerik.Penelitian dilakukan melalui pengujian eksperimental terhadap 22 balok
beton bertulang HVFA-SCC dengan variasi rasio bentang geser terhadap tinggi
efektif (a/d) sebesar 3,0 dan 3,5, rasio tulangan geser (ρv) sebesar 0%, 0,17%, dan 0,22%, serta dua
konfigurasi tulangan longitudinal. Pengujian dilakukan dengan pembebanan statik
hingga keruntuhan untuk memperoleh data kapasitas geser, pola retak, dan
mekanisme keruntuhan. Analisis numerik menggunakan Response-2000
dilakukan untuk membandingkan hasil pemodelan dengan hasil eksperimental,
dilanjutkan dengan analisis pengaruh variasi rasio tulangan geser menggunakan
salah satu spesimen sebagai acuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas geser balok HVFA-SCC
dipengaruhi oleh rasio a/d, rasio tulangan geser, dan konfigurasi tulangan
longitudinal, dengan mekanisme keruntuhan didominasi oleh geser-tekan pada
balok bersengkang dan balok tanpa sengkang. Response-2000 secara umum
mampu menggambarkan kecenderungan perilaku beban-defleksi balok HVFA-SCC,
meskipun prediksinya cenderung konservatif dengan selisih yang bervariasi
hingga lebih dari 31%. Hasil analisis pengaruh variasi rasio tulangan geser
menunjukkan bahwa peningkatan rasio tulangan geser secara konsisten
meningkatkan kapasitas geser balok, namun penambahan rasio tulangan geser dari
0,44% menjadi 0,50% hanya menghasilkan peningkatan beban ultimit sebesar 0,21%,
mengindikasikan adanya batas efektivitas penambahan tulangan sengkang.