Abstrak
Komparasi Model Pembelajaran CPS-EIS, PBL, dan PJBL-SEL pada Materi Perubahan Lingkungan terhadap Kesadaran Lingkungan Siswa
Oleh :
Ellyana Dita Rahmawati - K4322042 - Fak. KIP
Ellyana Dita Rahmawati. K4322042. Pembimbing: Dr. Baskoro Adi Prayitno, S.Pd., M.Pd. KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN CPS-EIS, PBL, DAN PJBL-SEL PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN TERHADAP KESADARAN LINGKUNGAN SISWA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kesadaran lingkungan siswa yang menggunakan model pembelajaran CPS-EIS, PBL, dan PJBL-SEL pada materi perubahan lingkungan. Rendahnya kesadaran lingkungan siswa yang masih didominasi aspek kognitif serta tidak optimalnya pembelajaran konvensional menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan posttest only control group design. Sampel penelitian sebanyak 107 siswa yang terdiri atas tiga kelas, yaitu kelas eksperimen I (CPS-EIS, n=36), kelas eksperimen II (PBL, n=35), dan kelas eksperimen III (PJBL-SEL, n=36). Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner kesadaran lingkungan yang dikembangkan berdasarkan New Ecological Paradigm (NEP) sebagai instrumen non-tes telah diuji validitas konstruknya dengan korelasi Pearson pada 36 responden kelas uji coba dan dinyatakan valid pada 40 item, sedangkan 7 item lainnya dinyatakan tidak valid dan dikeluarkan, selanjutnya uji reliabilitas pada 40 item valid dinyatakan reliabel, maka instrumen layak digunakan dalam penelitian. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesadaran lingkungan yang sangat signifikan antar ketiga kelompok (F=29,33; p<0,001). Uji lanjut Tukey HSD mengungkapkan bahwa model CPS-EIS dan PBL memiliki skor kesadaran lingkungan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan model PJBL-SEL (p<0,001), namun tidak terdapat perbedaan signifikan antara model CPS-EIS dan PBL (p=0,919). Analisis per aspek kesadaran lingkungan (general belief/value, information/knowledge, personal attitude) menunjukkan pola yang konsisten, di mana model CPS-EIS dan PBL unggul signifikan dibandingkan model PJBL-SEL pada ketiga aspek tersebut. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran CPS-EIS dan PBL memiliki efektivitas yang lebih tinggi terhadap kesadaran lingkungan siswa pada materi perubahan lingkungan, dan kedua model tersebut memiliki efektivitas yang setara serta lebih unggul dibandingkan model PJBL-SEL. Saran bagi guru biologi adalah menerapkan model CPS-EIS atau PBL dalam pembelajaran perubahan lingkungan. Bagi peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian dengan durasi intervensi yang lebih panjang serta mengukur perilaku nyata pro-lingkungan.