Abstrak
PERILAKU LENTUR DAN DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG PASCABAKAR DIPERKUAT FRP U-WRAP DAN ANGKUR
Oleh :
Inggryd Simaremare - I0122093 - Fak. Teknik
Kebakaran merupakan salah satu penyebab kerusakan struktur beton bertulang yang
dapat menurunkan sifat mekanis beton dan baja tulangan sehingga berdampak pada
penurunan kapasitas lentur dan daktilitas balok. Salah satu metode untuk
memulihkan kinerja struktur pascabakar adalah perkuatan menggunakan Fiber
Reinforced Polymer (FRP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
perkuatan FRP konfigurasi memanjang yang dipadukan dengan U-Wrap dan angkur
terhadap kapasitas lentur dan daktilitas balok beton bertulang pascabakar.
Penelitian menggunakan balok beton bertulang berdimensi 150 mm x 200 mm x
1800 mm yang terdiri atas balok nonbakar, balok pascabakar tanpa perkuatan, dan
balok pascabakar dengan perkuatan FRP. Pembakaran dilakukan sesuai standar ISO
834-1:1999 dengan suhu maksimum mencapai 683°C dan 845°C selama 120 menit.
Balok pascabakar kemudian diperbaiki melalui proses chipping, grouting, dan
pemasangan FRP tipe SCH-7UP sebelum dilakukan pengujian kapasitas lentur
menggunakan metode center-point loading hingga benda uji mengalami
keruntuhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembakaran menyebabkan penurunan kuat
tekan beton rata-rata sebesar 40,95% pada suhu 683°C dan 12,42% pada suhu
845°C. Selain itu, hasil uji tarik baja tulangan menunjukkan penurunan kuat leleh
sebesar 8,92% dan kuat tarik sebesar 7,13%. Kapasitas momen lentur balok
pascabakar tanpa perkuatan menurun sebesar 8,12% dibandingkan balok nonbakar,
sedangkan indeks daktilitas menurun dari 3,59 menjadi 1,99 atau sebesar 44,49%.
Setelah dilakukan perkuatan menggunakan FRP konfigurasi memanjang yang
dikombinasikan dengan U-Wrap dan angkur, kapasitas momen lentur meningkat
sebesar 28,06% dibandingkan balok pascabakar tanpa perkuatan dan 17,66%
dibandingkan balok nonbakar. Namun, indeks daktilitas balok yang diperkuat
menjadi 1,60, sehingga perkuatan FRP belum mampu meningkatkan daktilitas
secara optimal.