Abstrak


Hubungan Job Stress dengan Workforce Agility pada Karyawan Generasi Z di Solo Raya


Oleh :
Raissa Athaya Hwardani - P0122201 - Fak. Psikologi

Karyawan Generasi Z menghadapi tingkat stres kerja yang tinggi di era VUCA, yang berpotensi memengaruhi kemampuan mereka beradaptasi terhadap perubahan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara job stress dengan workforce agility pada karyawan Generasi Z di wilayah Solo Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 152 responden berpartisipasi, terdiri dari karyawan Generasi Z berusia 18 hingga 30 tahun dengan pengalaman kerja minimal tiga bulan. Job stress diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) yang diadaptasi oleh Hakim dkk. (2024), sedangkan workforce agility diukur menggunakan Workforce Agility Scale (WAS) yang diadaptasi oleh Viranda dkk. (2023). Analisis data menggunakan korelasi Pearson's R. Hasil menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara job stress dan workforce agility (r = -.364, p = .001), yang berarti semakin tinggi job stress maka semakin rendah workforce agility. Job stress memberikan kontribusi sebesar 13,2% terhadap variansi workforce agility. Temuan ini mengonfirmasi relevansi pengelolaan stres kerja sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas adaptif karyawan Generasi Z.