Abstrak
Pengaruh Value Co-Creation terhadap Brand Image dan Brand Trust serta Dampaknya terhadap Purchase Intention dan Positive E-WOM Intention
Oleh :
Aisyah Az'zahra Astri - F0422002 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Industri kosmetik
yang semakin kompetitif mendorong perusahaan untuk melibatkan konsumen dalam
proses penciptaan nilai melalui praktik value co-creation. Namun,
penelitian mengenai pengaruh value co-creation terhadap persepsi dan
perilaku konsumen, khususnya pada kelompok non-buyer, masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh value co-creation
terhadap brand image dan brand trust serta dampaknya terhadap purchase
intention dan positive electronic word-of-mouth (e-WOM) intention.
Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei terhadap 360 responden yang
mengetahui aktivitas pengembangan kemasan blush Tavi namun belum pernah
membeli produk tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least
Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa value co-creation berpengaruh positif
dan signifikan terhadap brand image dan brand trust. Brand
image dan brand trust juga berpengaruh positif dan signifikan
terhadap purchase intention serta positive e-WOM intention.
Selain itu, brand image dan brand trust terbukti memediasi
pengaruh value co-creation terhadap purchase intention dan positive
e-WOM intention. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aktivitas co-creation
yang dikomunikasikan melalui media sosial mampu membangun persepsi positif dan
kepercayaan konsumen terhadap brand, yang pada akhirnya mendorong niat
pembelian dan kecenderungan memberikan rekomendasi positif secara daring. Jalur
mediasi melalui brand trust menunjukkan peran yang lebih dominan
dibandingkan brand image dalam menjelaskan pengaruh value co-creation
terhadap respons perilaku konsumen. Hasil ini mengindikasikan bahwa
keterlibatan konsumen dalam proses pengembangan produk dapat menjadi strategi
yang efektif untuk membangun kepercayaan konsumen, bahkan pada kelompok yang
belum memiliki pengalaman pembelian secara langsung