Abstrak


Hubungan Regulasi Emosi dan Self-Compassion dengan Forgiveness pada Remaja yang Mengalami Bullying


Oleh :
Nita Heltiwatin Supiana - P0122179 - Fak. Psikologi

Bullying pada remaja merupakan fenomena psikososial yang berimplikasi terhadap kesejahteraan psikologis, tercermin dalam munculnya emosi negatif serta gangguan dalam fungsi interpersonal. Kondisi ini menuntut adanya proses pemulihan yang adaptif. Dalam hal ini, forgiveness dipandang sebagai mekanisme penting karena melibatkan perubahan motivasi yang memungkinkan individu melepaskan emosi negatif, menekan kecenderungan membalas atau menghindari pelaku, serta secara bertahap menurunkan intensitas luka emosional dan mendukung interaksi yang lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan regulasi emosi dan self-compassion dengan forgiveness pada remaja korban bullying. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling pada siswa SMA di lima kecamatan di Kota Surakarta dengan jumlah sampel (N = 444 responden). Instrumen penelitian terdiri dari skala forgiveness, regulasi emosi, dan self-compassion dengan koefisien reliabilitas Cronbach’s alpha masing-masing sebesar 0.763–0.892, 0.817, dan 0.827. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dengan bantuan perangkat lunak Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi dan self-compassion secara simultan berhubungan signifikan dengan forgiveness (p < 0,001) dengan kontribusi sebesar 6,88% (R² = 0,0688). Secara parsial, regulasi emosi menunjukkan hubungan signifikan dengan forgiveness (β = 0,2915; p < 0,001), sedangkan self-compassion tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (β = -0,0533; p = 0,358). Temuan ini menunjukkan bahwa regulasi emosi memiliki hubungan yang lebih konsisten dengan forgiveness dibandingkan self-compassion pada remaja yang pernah mengalami bullying.