Abstrak
HARMONI DASADHARMA DAN KEARIFAN LOKAL PADA SEMATAN IDENTITAS KAMPUNG PRAMUKA DI DUSUN GEMBONG, DESA MALANGGATEN, KECAMATAN KEBAKKRAMAT, KABUPATEN KARANGANYAR
Oleh :
Muhamad Syahrul Anan - D0322068 - Fak. ISIP
Pembangunan
desa berbasis identitas kolektif menjadi salah satu strategi penguatan karakter
dan kohesi sosial masyarakat. Dusun Gembong, Desa Malanggaten, Kecamatan
Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar merupakan satu-satunya kawasan di Solo Raya
yang mendeklarasikan identitasnya sebagai Kampung Pramuka. Identitas tersebut
bersifat top-down dan lahir dari dominasi aktor birokrat dalam ranah
identitas Kampung Pramuka, bukan dari kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan
menggambarkan reproduksi kultural pada identitas Kampung Pramuka di Dusun
Gembong. Teori yang digunakan adalah teori praktik sosial Pierre Bourdieu
melalui konsep habitus, modal, dan arena. Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal, pengumpulan data melalui
wawancara terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, serta
pemilihan informan menggunakan teknik purposive. Temuan penelitian menunjukkan
bahwa aktor birokrat mendominasi arena identitas Kampung Pramuka melalui
akumulasi modal sosial, budaya, simbolik, dan ekonomi, dan habitus sehingga
menghasilkan praktik reproduksi kultural pendayagunaan lahan kosong menjadi
kawasan kepramukaan, pengadopsian identitas Tri Manunggal menjadi identitas
Kampung Pramuka, pendayagunaan identitas sebagai sebuah spirit persatuan,
kerukunan, demokratisasi, dan patriot sosial, pembentukan regu siaga di Kampung
Pramuka, penanaman pohon kelapa setiap hari ulang tahun pramuka. Perubahan sosial pasca penyematan identitas
mencakup dimensi struktural, kultural, dan interaksional. Penelitian
merekomendasikan adanya roadmap pengelolaan Kampung Pramuka yang
inklusif dan partisipatif.