Abstrak


Hubungan Antara Efikasi Diri untuk Berargumentasi dengan Kemampuan Berpikir Kritis Calon Guru Akuntansi


Oleh :
Fahrizka Danindra - K7722037 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri untuk berargumentasi dengan kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 250 mahasiswa aktif Pendidikan Akuntansi Universitas Sebelas Maret angkatan 2022, 2023, dan 2024. Sampel penelitian sebanyak 154 responden yang ditentukan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dengan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan kuesioner. Instrumen kemampuan berpikir kritis menggunakan skala CTSS (Critical Thinking Standards Scale) yang dikembangkan oleh Aybek et al. (2015), sedangkan instrumen efikasi diri untuk berargumentasi menggunakan skala SEAS (Self-Efficacy for Argumentation Scale) yang dikembangkan oleh Kiran (2019). Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, uji korelasi sederhana, uji statistik parsial (t), dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri untuk berargumentasi dengan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Sebelas Maret. Hasil uji statistik parsial (t) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002, sehingga hipotesis penelitian diterima. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,059 menunjukkan bahwa efikasi diri untuk berargumentasi memberikan kontribusi sebesar 5,9% terhadap kemampuan berpikir kritis, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Mahasiswa yang memiliki efikasi diri tinggi dalam berargumentasi cenderung lebih percaya diri dalam menyampaikan dan mempertahankan argumen, sehingga mampu menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik.