Abstrak


Gereja Santo Antonius Purbayan Dalam Mewujudkan Toleransi Antarumat Beragama di Surakarta


Oleh :
Adisti Amoreta Christy - K4421002 - Fak. KIP

Adisti Amoreta Christy. K4421002. Pembimbing: Dr. Sutiyah, M.Pd., M.Hum. GEREJA SANTO ANTONIUS PURBAYAN DALAM MEWUJUDKAN TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA DI SURAKARTA. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Strategi gereja dalam pengajaran toleransi beragama kepada seluruh warga jemaat Gereja St. Antonius Purbayan, (2) Peran Gereja St. Antonius Purbayan dalam mengembangkan misi toleransi antarumat beragama di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan perspektif sejarah sosial-keagamaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Informan penelitian terdiri atas pengurus Gereja Santo Antonius Purbayan, tokoh-tokoh lintas agama di Surakarta dan masyarakat sekitar gereja. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan time sampling. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data dilakukan dengan model interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini sebagi berikut. Pertama, Gereja St. Antonius Purbayan menerapkan strategi pengajaran toleransi antarumat beragama melalui tiga pendekatan utama, yakni melalui (1) liturgi dan sakramen, terutama dalam homili Perayaan Ekaristi yang secara konsisten menyampaikan pesan tentang kasih universal dan penghargaan terhadap perbedaan, serta Doa Umat yang mencakup intensi bagi perdamaian dan kerukunan lintas agama; (2) program pembinaan iman yang terstruktur, seperti katekese bagi berbagai kelompok usia yang tidak hanya memberikan pengajaran doktrinal tetapi juga melibatkan pengalaman langsung dalam dialog lintas agama, serta partisipasi dalam Misa Novena Kebangsaan yang menanamkan kesadaran sebagai warga negara yang menghargai pluralitas; (3) media komunikasi sosial modern dengan program Rekatan (Renungan Katolik Purbayan) yang mengintegrasikan ajaran Alkitab dengan konteks kehidupan bermasyarakat. Kedua, Gereja St. Antonius Purbayan memiliki peran strategis dan kompleks dalam mengembangkan misi toleransi antarumat beragama di Kota Surakarta. Peran tersebut diwujudkan melalui kolaborasi aktif komunitas lintas agama sebagai bentuk pelayanan yang tidak hanya terbatas pada komunitas internal, serta Gereja St. Antonius Purbayan mewujudkan toleransi melalui dialog lintas iman, kegiatan sosial yang inklusif, serta sikap responsif terhadap dinamika sosial politik. Sinergi antara pengajaran internal dan keterlibatan eksternal tersebut menempatkan gereja sebagai agen perdamaian dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis di Surakarta.