Abstrak


Penerapan Model Case-Based Learning (CBL) Terintegrasi Education for Sustainable Development (ESD) untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan pada Pembelajaran IPA SMP


Oleh :
Melyana Ridho Awulandari - K4522059 - Fak. KIP

Melyana Ridho Awulandari. K4522059. Pembimbing: Prof. Dr. Mohammad Masykuri, M.Si. PENERAPAN MODEL CASE-BASED LEARNING (CBL) TERINTEGRASI EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (ESD) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI LINGKUNGAN PADA PEMBELAJARAN IPA SMP. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Juni 2026.Masalah lingkungan menunjukkan bahwa masyarakat belum memiliki kesadaran yang cukup terhadap lingkungan. Tingkat literasi lingkungan di Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan literasi lingkungan peserta didik melalui pemilihan model pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui efektivitas penerapan model Case-Based Learning (CBL) terintegrasi Education for Sustainable Development (ESD) dalam meningkatkan literasi lingkungan peserta didik pada pembelajaran IPA SMP. 2) Menganalisis ketercapaian literasi lingkungan peserta didik setelah penerapan model Case-Based Learning (CBL) terintegrasi Education for Sustainable Development (ESD) pada pembelajaran IPA SMP. Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods atau campuran dengan strategi pendekatan sequential explanatory. Jenis penelitiannya adalah quasi experiment dengan desain pretes-postes nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII E dan VII F SMP Negeri 1 Mojolaban. Data kuantitatif diperoleh melalui tes pilihan ganda dan angket, sedangkan data kualitatif melalui wawancara. Berdasarkan uji statistik Independent Sample T-Test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 ini menjadi dasar bahwa Hipotesis Nol ( ) yang menyatakan tidak terdapat perbedaan signifikan peningkatan nilai literasi lingkungan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. ditolak. Penolakan terhadap pernyataan tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan peningkatan nilai literasi lingkungan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai peningkatan (N-Gain) pada kelas eksperimen mencapai 45% (kategori sedang), sementara kelas kontrol sebesar 15% (kategori rendah). Temuan tersebut diperkuat oleh hasil analisis effect size sebesar  yang termasuk dalam kriteria tinggi, sehingga membuktikan bahwa perlakuan memberikan dampak efek yang kuat terhadap ketercapaian kriteria literasi lingkungan peserta didik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model CBL terintegrasi ESD efektif untuk meningkatkan literasi lingkungan peserta didik. Kata kunci: Case-Based Learning, Education for Sustainable Development, Literasi Lingkungan, Pendidikan IPA.