Abstrak
ANALISIS BAHAYA SEISMIK JAWA TENGAH AKIBAT SUMBER GEMPA SESAR
Oleh :
Jeniffer Berliana Tindi - I0122095 - Fak. Teknik
Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi bahaya gempa bumi akibat keberadaan sejumlah sesar aktif yang berkembang sebagai respons terhadap kondisi tektonik Pulau Jawa. Aktivitas sesar-sesar tersebut berpotensi menghasilkan gempa bumi kerak dangkal yang dapat menimbulkan guncangan kuat, terutama pada wilayah yang berada di sekitar jalur sesar. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya analisis bahaya gempa untuk mengidentifikasi tingkat guncangan tanah yang berpotensi terjadi sebagai dasar dalam upaya mitigasi bencana dan perencanaan pembangunan yang tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat bahaya gempa akibat aktivitas sesar aktif di Jawa Tengah menggunakan metode Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) guna memperoleh nilai hazard curve, Uniform Hazard Spectrum (UHS), dan hazard map pada probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun.Data yang digunakan berupa parameter geometri dan seismik sesar aktif yang diperoleh dari “Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2024”. Pemodelan sumber gempa dan analisis bahaya gempa dilakukan menggunakan OpenQuake dengan fungsi atenuasi Boore et al. (2014), Campbell et al. (2014), serta Chiou et al. (2014) melalui pendekatan logic tree.Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai PGA di Jawa Tengah pada probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun berkisar antara 0,0005 g hingga 3,0 g dengan nilai tertinggi berada pada wilayah yang berdekatan dengan jalur sesar aktif, seperti Sesar Semarang Front, Sendangdilek, Merapi-Merbabu, dan Opak. Hasil UHS menunjukkan bahwa Semarang memiliki nilai percepatan spektral tertinggi, yaitu sekitar 1,37 g pada SA (0,2 s) dan 0,4 g pada SA (1,0 s). Kurva hazard memperlihatkan pola penurunan eksponensial yang menunjukkan bahwa semakin besar nilai percepatan tanah, semakin kecil probabilitas kejadiannya. Distribusi hazard yang dihasilkan menunjukkan bahwa kedekatan terhadap sumber sesar aktif merupakan faktor utama yang memengaruhi tingkat bahaya gempa di wilayah penelitian.