Abstrak
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Menganalisis Unsur Intrinsik Cerita Fabel pada Siswa Kelas V SDN Se-Gugus Sriwijaya Kartasura
Oleh :
Ireneus Chandra Lintang Sasmita - K7122159 - Fak. KIP
Penelitian
ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa sekolah dasar dalam menganalisis
unsur intrinsik cerita fabel yang belum berkembang secara optimal. Kondisi
tersebut dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran yang belum secara
maksimal melatih kemampuan berpikir analitis. Oleh sebab itu, penelitian ini
dilakukan untuk melihat pengaruh model Problem Based Learning terhadap
kemampuan menganalisis unsur intrinsik cerita fabel siswa kelas V SDN se-Gugus
Sriwijaya Kartasura. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi
eksperimental. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent
Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
kelas V SD Negeri se-Gugus Sriwijaya Kartasura. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan yaitu cluster random sampling. Sampel yang digunakan dalam
penelitian adalah SD Negeri Pucangan 03 sebagai kelas eksperimen menerapkan
model pembelajaran Problem Based Learning. Sedangkan, SD Negeri Pucangan
02 sebagai kelas kontrol menerapkan model pembelajaran Direct Instruction. Teknik
pengumpulan data menggunakan tes analisis unsur intrinsik cerita fabel.
Validasi instrumen tes meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji daya beda,
dan uji tingkat kesukaran. Uji prasyarat analisis dilakukan sebelum pengujian
hipotesis yang meliputi uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji
homogenitas menggunakan uji Levene, dan uji keseimbangan menggunakan
uji-t. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji independent samples
t-test. Hasil hipotesis menunjukkan model Problem Based Learning memberikan
pengaruh terhadap kemampuan menganalisis unsur intrinsik cerita fabel pada
siswa kelas V SDN se-Gugus Sriwijaya Kartasura dengan nilai sig. <0,001 < 0,05. Penerapan model Problem Based Learning mendorong siswa lebih aktif
membaca, berdiskusi, serta menghubungkan unsur-unsur intrinsik cerita secara
analitis.