Abstrak
Modifikasi Aspal Penetrasi 60/70 dengan Minyak Sawit Mentah (Crude Palm Oil)
Oleh :
Hanif Fauzan - I0122087 - Fak. Teknik
Permasalahan yang selama ini
timbul pada material campuran beraspal, adalah ketika pada suhu rendah bitumen
akan mudah getas yang menyebabkan retak-retak pada campuran beraspal, dan pada beban
berat yang disertai dengan suhu tinggi, akan mengalami deformasi plastis. Untuk itulah maka perlu dilakukan rekayasa untuk
meningkatkan kinerja aspal, sebagai bahan pengikat pada material campuran
beraspal agar kinerjannya meningkat.
Salah satu rekayasa yang sudah banyak dikakukan oleh para peneliti, adalah
dengan melakukan penambahan bahan aditif kedalam campuran beraspal, yang
dikenal dengan istilah aspal modifikasi. Bahan aditif yang selama ini
ditambahkan berasal dari berbagai jenis material seperti plastik, crumb rubber, serat, dan lain-lain,
dengan hasil bahwa terjadi peningkatan kinerja dari campuran beraspal. Penelitian
ini, juga merupakan kajian tentang modifikasi aspal, namun dengan menggunakan
material berupa minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Metode yang dilakukan adalah
dengan cara menambahkan CPO sebagai bahan aditif ke dalam
material bitumen, dengan kadar
yang
bervariatif, mulai dari 2%; 4%;
6%; 8%; sampai dengan 10%. Hasil
yang diperoleh menunjukkan bahwa, penambahan CPO dengan kadar 2% dan 4%, memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan
kinerja bitumen, dengan nilai penetrasi
masing-masing sebesar 62,73 (0,1 mm) dan 63,20 (0,1 mm),
sedangkan nilai titik lembek sebesar 50˚C dan 52,67˚C, dan nilai titik nyala sebesar 274,66˚C dan 305˚C. Sedangkan untuk pengujian daktilitas dan berat jenis, semua variasi CPO
yang ditambahkan memenuhi syarat, yakni masing-masing sebesar 150 cm dan > 1 g/cc.