Abstrak
Pengaruh Dukungan Sosial dan Harga Diri terhadap Resiliensi pada Korban Kekerasan Seksual di Surabaya
Oleh :
Khodijah Syarifatun Nisa - P0122130 - Fak. Psikologi
Kekerasan seksual merupakan permasalahan serius di Indonesia dengan 17.305
kasus yang tercatat pada tahun 2024. Dampak negatif yang dialami korban
menunjukkan perlunya kemampuan resiliensi untuk pulih, yang dipengaruhi oleh
faktor eksternal dan internal seperti dukungan sosial dan harga diri. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan harga diri terhadap
resiliensi pada korban kekerasan seksual, dengan hipotesis bahwa kedua variabel
tersebut berpengaruh terhadap resiliensi. Metode yang digunakan adalah
pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini melibatkan
109 individu yang mengalami kekerasan seksual dalam dua tahun terakhir.
Instrumen yang digunakan adalah Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC),
Social Provision Scale (SPS), dan Rosenberg Self-esteem Scale (RSES). Analisis
data dilakukan dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa dukungan sosial dan harga diri secara simultan berpengaruh terhadap
resiliensi (p<0,001; R² = 0,332). Secara parsial, harga diri berpengaruh signifikan
terhadap resiliensi (p<0,001), sementara dukungan sosial tidak berpengaruh
terhadap resiliensi (p = 0,323). Temuan ini menunjukkan bahwa harga diri
berkontribusi lebih dominan dibandingkan dukungan sosial dalam mendukung
proses pemulihan korban kekerasan seksual, sehingga korban disarankan
memperkuat harga diri, misalnya dengan mengikuti pelatihan pengembangan diri,
mengembangkan hobi atau keterampilan yang diminati, serta menulis jurnal
refleksi harian sebagai upaya mendukung proses pemulihan.