Abstrak


Hubungan Resiliensi dan Dukungan Sosial dengan Psychological Well-Being Penyintas Kekerasan Berbasis Gender Online di Jawa Timur


Oleh :
Halida Aisha Nadini - G0121057 - Fak. Psikologi

Kasus KBGO terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Kekerasan ini menimbulkan dampak negatif yang dapat menghambat fungsi psikologis dan berpotensi menghambat tercapainya psychological well-being. Resiliensi dan dukungan sosial merupakan faktor yang berperan penting dalam membantu penyintas mencapai kondisi psychological well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan dukungan sosial dengan psychological well-being pada penyintas KBGO usia dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik nonrandom purposive sampling. Partisipan penelitian berjumlah 120 penyintas KBGO berusia 18-25 tahun yang berdomisili di Jawa Timur. Skala yang digunakan mencakup Skala Kesejahteraan Psikologis (α=0,811), Skala Resiliensi Connor-Davidson (α=0,928) dan Skala Multidimensi Persepsi Dukungan Sosial (α=0,856). Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi dan dukungan sosial dengan psychological well-being pada penyintas KBGO usia dewasa awal (F=110,200, p<0,001). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan psychological well-being (t=10,611, p<0,001) serta antara dukungan sosial dengan psychological well-being (t=2,606, p<0,05). Lebih lanjut, resiliensi dan dukungan sosial secara bersama-sama menjelaskan variansi psychological-well-being  sebesar 64,7%, sedangkan 35,3% sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara resiliensi dan dukungan sosial dengan psychological well-being pada penyintas kekerasan berbasis gender online.