Abstrak


Analisis Komparatif Karakteristik Volatilitas Indeks Saham Di Indonesia Periode 2015–2025: Pendekatan GARCH Dan GJR-GARCH


Oleh :
Mohammad Daffa Aditya - F0422038 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ini bertujuan menilai apakah karakteristik risiko pasar saham Indonesia berbeda menurut struktur indeks dan rezim pasar, serta menentukan spesifikasi model yang paling sesuai untuk mengukurnya. Perbandingan mencakup IHSG, LQ45, KOMPAS100, ISSI, dan JII, yang merepresentasikan indeks pasar luas, indeks berbasis likuiditas dan kapitalisasi, serta indeks dengan penyaringan syariah. Data harga penutupan harian periode 2015–2025 dibagi ke dalam empat rezim pasar, yaitu Pra-Trade War, Era Trade War, COVID-19, dan Pasca-Pandemi. Analisis menggunakan model GARCH(1,1) dan GJR-GARCH(1,1), dengan distribusi Student’s-t sebagai spesifikasi utama dan distribusi Normal sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelompokan volatilitas terdeteksi pada 18 dari 20 kombinasi indeks–rezim dan tingkat persistensinya berbeda antarindeks serta antarrezim. Parameter asimetri bernilai positif pada seluruh kombinasi, dengan 12 hasil signifikan pada tingkat 5% dan 15 hasil signifikan apabila tingkat 10% turut diperhitungkan. Berdasarkan AIC, GJR-GARCH dengan distribusi Student’s-t memberikan kecocokan in-sample yang lebih baik pada 19 dari 20 kombinasi, dengan pengecualian ISSI pada periode Pasca-Pandemi. Perbandingan lintas indeks juga menunjukkan bahwa ISSI dan JII tidak selalu memiliki pola yang sama, sehingga kriteria penyaringan syariah saja belum cukup menjelaskan profil volatilitas tanpa mempertimbangkan cakupan konstituen, likuiditas, konsentrasi, dan komposisi sektoral. Temuan ini menegaskan bahwa pengukuran risiko perlu disesuaikan menurut indeks dan rezim. Bagi investor dan manajer investasi, estimasi volatilitas kondisional dapat mendukung penentuan ukuran posisi, batas risiko, cadangan likuiditas, dan stress testing, sedangkan bagi regulator dapat menjadi indikator tambahan dalam pemantauan risiko pasar.