Abstrak


ANALISIS PENGARUH RISIKO IKLIM TERHADAP RISIKO KREDIT PERBANKAN: BUKTI EMPIRIS DI KAWASAN ASIA-PASIFIK PERIODE 2015–2023


Oleh :
Aprilia Maya Lestari - F0422008 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Risiko iklim semakin diakui sebagai sumber risiko sistemik yang dapat mengganggu stabilitas sektor keuangan, baik melalui kerusakan aset fisik akibat bencana alam maupun pergeseran kebijakan menuju ekonomi rendah karbon. Namun, bukti empiris mengenai pengaruh simultan physical risk dan transition risk terhadap kualitas kredit perbankan masih terbatas, khususnya di kawasan Asia-Pasifik yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi sekaligus memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap aktivitas ekonomi karbon-intensif. Penelitian ini menguji pengaruh physical risk, yang diproksikan melalui intensitas dampak bencana iklim (PHYS_IMPACT), dan transition risk, yang diproksikan melalui intensitas emisi karbon dioksida (CO2 Intensity), terhadap rasio Non-Performing Loan (NPL) pada 384 bank komersial di 13 negara Asia-Pasifik selama periode 2015-2023 (N = 2.706 observasi bank-tahun). Estimasi dilakukan menggunakan metode Two-Step System GMM untuk mengatasi dinamika dan potensi endogenitas pada data panel perbankan. Sebagai analisis tambahan, ND-GAIN Readiness Index diuji sebagai variabel moderasi pada hubungan antara physical risk dan NPL. Hasil estimasi menunjukkan physical risk dan transition risk berpengaruh positif terhadap NPL ketika diestimasi secara simultan (p < 0,01 dan p < 0,05), mengindikasikan kedua dimensi risiko iklim merupakan jalur transmisi yang berbeda dalam memengaruhi kualitas kredit perbankan. Selain itu, ND-GAIN Readiness Index terbukti memperlemah pengaruh physical risk terhadap NPL (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa kapasitas adaptasi negara yang lebih tinggi dapat meredam transmisi guncangan iklim terhadap kualitas aset bank. Temuan ini memperkuat relevansi Credit Risk Theory dan Climate Risk Transmission Theory dalam konteks perbankan Asia-Pasifik, serta menegaskan pentingnya pengelolaan physical risk dan transition risk secara terpisah dalam manajemen risiko kredit perbankan.