Abstrak
Peran Moderasi Welas Asih Diri dalam Hubungan antara Orientasi Perbandingan Sosial dan Kepuasan Hidup Dewasa Awal Pengguna Media Sosial di Indonesia
Oleh :
Justin Jeconiah Wongso - P0122119 - Fak. Psikologi
Kepuasan
hidup merupakan indikator kesejahteraan psikologis yang mencerminkan evaluasi
subjektif individu terhadap kehidupannya secara keseluruhan. Bagi individu
dengan orientasi perbandingan sosial (OPS) yang tinggi, standar evaluasi
tersebut cenderung didasarkan pada perbandingan dengan orang lain, yang
berisiko memunculkan tekanan psikologis. Risiko ini semakin meningkat dengan
kehadiran media sosial yang memudahkan individu untuk menginternalisasi standar
yang realistis dan merasa tidak puas dengan kehidupannya. Welas asih diri (WAD)
merupakan sikap yang dapat membantu individu ini memaknai pengalamannya secara
lebih adaptif tanpa menghakimi diri sendiri, sehingga memperlemah dampak
negatif dari perbandingan sosial. Penelitian ini bertujuan menguji peran
moderasi WAD dalam hubungan antara OPS dan kepuasan hidup dewasa awal pengguna
media sosial di Indonesia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif
korelasional dan melibatkan 517 pengguna media sosial berusia 18–29 tahun, yang
diperoleh melalui teknik convenience
sampling. Data dikumpulkan menggunakan adaptasi Indonesia dari Riverside Life Satisfaction Scale
(RLSS), Iowa-Netherlands Comparison
Orientation Measure (INCOM), dan Self-Compassion
Scale (SCS), serta dianalisis menggunakan moderated multiple regression analysis. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa OPS-Kemampuan (b =
-0,283, p < ,001) dan OPS-Pendapat
(b = -0,158, p = ,014) memiliki pengaruh
negatif yang signifikan terhadap kepuasan hidup, sedangkan WAD (b = ,289, p
< ,001) memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan hidup
dan memperlemah pengaruh OPS-Kemampuan (b
= .029, p < ,001) dan OPS-Pendapat (b = .025, p
< ,001) terhadap kepuasan hidup. Temuan ini menunjukkan bahwa WAD membantu
individu dengan OPS yang tinggi merespons hasil perbandingan sosial secara
lebih seimbang, sehingga individu tidak mudah mengalami penurunan kepuasan
hidup