Abstrak


Implementasi Model Pembinaan SMK Pengimbasan oleh SMK Pusat Keunggulan Dalam Meningkatakan Kualitas Pembelajaran di SMK Berbasis Teaching Factory


Oleh :
Samuel Dody Setiawan - K2522072 - Fak. KIP

Samuel Dody Setiawan. K2522072. Pembimbing: Dr. Valiant Lukad P. S., S.Pd., M.Pd. IMPLEMENTASI MODEL PEMBINAAN SMK PENGIMBASAN OLEH SMK PUSAT KEUNGGULAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BERBASIS TEACHING FACTORY DI SMK WARGA SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran model pembinaan SMK pengimbasan oleh SMK pusat keunggulan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis Teaching Factory dan (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam proses pembinaan antara SMK pusat keunggulan dan SMK pengimbasan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian meliputi informan, tempat dan peristiwa, serta dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, koordinator Teaching Factory, guru produktif, siswa, dan mitra industri. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. (1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembinaan Teaching Factory pada SMK pengimbasan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan, yaitu bentuk dan model pembinaan, strategi pembinaan, implementasi Teaching Factory, monitoring dan evaluasi, serta dampak implementasi Teaching Factory. Pembinaan dilakukan melalui sosialisasi, workshop, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan dengan pendekatan learning by doing serta peniruan model dari sekolah pusat keunggulan. Implementasi Teaching Factory memberikan dampak terhadap perubahan sistem pembelajaran yang lebih berorientasi pada budaya kerja industri serta meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam pembelajaran berbasis produksi. (2) Selain itu, keberhasilan pembinaan Teaching Factory dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal yang saling berkaitan. Faktor internal meliputi komitmen sekolah, dukungan guru, kesiapan siswa, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana, sedangkan faktor eksternal meliputi dukungan industri, dukungan pemerintah, pendanaan program, kepercayaan masyarakat, dan kerja sama industri.Kata kunci: kualitas pembelajaran, model pembinaan, pendidikan vokasi, SMK pengimbasan, Teaching Factory.