Abstrak
Klasifikasi Penyakit Autoimun Menggunakan Algoritma Extreme Gradient Boosting dan Categorical Boosting
Oleh :
Aulaa Mustika - M0722020 - Fak. MIPA
Penyakit autoimun merupakan kondisi kompleks
yang sulit dideteksi secara dini karena gejalanya yang heterogen dan tidak
spesifik. Pemanfaatan machine learning menjadi solusi potensial untuk
mengidentifikasi pola risiko secara otomatis, khususnya pada data survei
kesehatan berskala besar yang memiliki masalah ketidakseimbangan kelas (class
imbalance) dan dimensi tinggi (high dimensionality). Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fitur penting dan
membandingkan kinerja model klasifikasi penyakit autoimun pada anak menggunakan
algoritma Extreme Gradient Boosting (XGBoost) dan Categorical
Boosting (CatBoost). Penelitian ini menggunakan data National Survey of
Children’s Health (NSCH) tahun 2024 dan terdiri atas beberapa tahapan,
yaitu exploratory data analysis, data preprocessing, pelatihan
model XGBoost dan CatBoost dengan tiga variasi pemodelan, yakni Recursive
Feature Elimination with Cross Validation (RFECV), Random Undersampling
(RUS), dan hyperparameter tuning menggunakan RandomizedSearchCV,
yang kemudian dilanjutkan dengan evaluasi kinerja model menggunakan metrik macro
average (recall, presicion, F1-score) serta akurasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CatBoost dengan RFECV, rasio RUS 0,2,
dan hyperparameter tuning memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan
model XGBoost, dengan recall (macro) sebesar 80,75%, presicion (macro)
sebesar 57,93%, F1-score (macro) sebesar 61,84%, dan akurasi sebesar
95,21%. Analisis feature importance menunjukkan bahwa dampak kondisi
kesehatan terhadap aktivitas anak, tinggi badan, status kesehatan umum anak,
kebutuhan layanan medis, mental, dan edukasi tambahan, serta penggunaan obat
resep merupakan fitur penting yang berkontribusi terhadap klasifikasi penyakit
autoimun anak.