Abstrak
Kajian Terjemahan Tindak Tutur Representatif dalam Berita Bahasa Arab Al Jazeera dan Al Wathan (Arab-Indonesia)
Oleh :
Lisna Salmaniyatun Naura Muna - B0522042 - Fak. Ilmu Budaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis tindak tutur representatif dalam berita berbahasa Arab pada media Al Jazeera dan Al Wathan berdasarkan teori Searle (1979), teknik penerjemahan berdasarkan teori Molina dan Albir (2002), serta kualitas terjemahan berdasarkan teori Nababan (2012). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi melalui teknik simak dan catat serta kuesioner untuk menilai kualitas terjemahan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama. Pertama, pada media Al Jazeera ditemukan 20 data tindak tutur representatif dengan fungsi dominan berupa melaporkan (60%), menyatakan (25%), menegaskan (10%), dan menjelaskan (5%). Sementara itu, pada media Al Wathan ditemukan 14 data dengan fungsi dominan menyatakan (50%), menegaskan (35,7%), serta melaporkan (14,3%). Kedua, hasil analisis teknik penerjemahan menunjukkan adanya 8 jenis teknik yang digunakan pada kedua media. Pada Al Jazeera, dari 68 data teknik yang teridentifikasi, teknik yang paling dominan adalah padanan lazim (29,4%) dan transposisi (26,5%). Adapun pada Al Wathan, dari 37 data teknik, teknik yang dominan adalah padanan lazim (37,8%) dan harfiah (18,9%). Ketiga, hasil penilaian kualitas terjemahan menunjukkan bahwa Al Wathan memperoleh tingkat akurat, berterima, dan terbaca masing-masing sebesar 95,23%, lebih tinggi dibandingkan Al Jazeera yang memperoleh akurat 88,33%, berterima 85%, dan terbaca 83,33%. Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua media menggunakan delapan teknik penerjemahan dan menghasilkan terjemahan berkualitas tinggi, dengan Al Wathan memiliki tingkat akurat, berterima, dan terbaca yang lebih baik dibandingkan Al Jazeera.