Abstrak
Analisis Dampak Premi Tertunggak Asuransi Kendaraan Terhadap Kondisi Keuangan Asuransi Harta Cabang Solo Tahun 2025
Oleh :
Dyan Shafita Kusuma Putri - V1723037 - Sekolah Vokasi
Premi merupakan sumber pendapatan utama perusahaan asuransi sehingga
keterlambatan pembayarannya berpotensi mengganggu stabilitas keuangan
perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak premi
tertunggak asuransi kendaraan terhadap kondisi keuangan PT Asuransi
Harta Aman Pratama Tbk Cabang Solo tahun 2025 serta mengidentifikasi
upaya perusahaan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan melalui data primer dan data sekunder. Data
primer diperoleh melalui wawancara dengan bagian administrasi keuangan
dan Kepala Cabang PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk Cabang Solo,
sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan internal perusahaan serta
dokumen pendukung lainnya. Analisis data dilakukan secara kualitatif
dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai dampak premi
asuransi kendaraan yang tertunggak terhadap kondisi keuangan perusahaan
serta upaya yang dilakukan dalam mengatasinya.Hasil penelitian
menunjukkan bahwa total premi tertunggak asuransi kendaraan pada tahun
2025 mencapai Rp136.571.791,13 dari 26 polis, atau setara dengan 2,15%
dari keseluruhan penerimaan premi kendaraan. Kondisi ini berdampak pada
belum optimalnya realisasi pendapatan perusahaan, efektivitas administrasi,
serta nilai Key Performance Indicator (KPI) cabang, meskipun nilai KPI
sebesar 2,15% masih berada di bawah ambang batas standar perusahaan
sebesar 5%. Stabilitas operasional perusahaan secara umum tetap terjaga
karena biaya operasional ditanggung oleh kantor pusat. Perusahaan
menerapkan berbagai upaya dalam penanganan premi tertunggak, antara
lain pengingat sebelum jatuh tempo, pelaksanaan penagihan rapat, sistem
pembayaran non tunai, penerapan klausula pembayaran garansi, serta
evaluasi rutin bersama kantor pusat. Upaya-upaya tersebut dinilai cukup
efektif dalam menekan jumlah premi yang tertunggak dan menjaga
kestabilan keuangan perusahaan.
Kata Kunci: Premi Tertunggak, Asuransi Kendaraan Bermotor, Kondisi
Keuangan, Key Performance Indicator (KPI)