Abstrak
Manajemen Rantai Pasok Kedelai dengan Sistem Dinamis di Kabupaten Wonogiri
Oleh :
Suwardi - T651908008 - Fak. Pertanian
Rantai pasok kedelai di Kabupaten Wonogiri
menghadapi berbagai kendala struktural yang ditandai oleh rendahnya efisiensi
teknis, tingginya biaya logistik, serta ketidakstabilan pasokan, yang pada
akhirnya menurunkan daya saing kedelai lokal. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis struktur dan kinerja rantai pasok kedelai, mengukur tingkat
efisiensi teknis pada setiap tingkat pelaku, serta mensimulasikan skenario
kebijakan untuk meningkatkan kinerja sistem menggunakan pendekatan sistem
dinamis. Penelitian melibatkan 385 responden yang terdiri atas petani,
pedagang, produsen/pengolah, konsumen, serta pakar dan stakeholder yang dipilih
melalui kombinasi metode purposive sampling, random sampling, dan expert
survey. Data primer dilengkapi dengan data sekunder yang relevan. Pengukuran efisiensi
teknis dilakukan menggunakan pendekatan rasio input–output pada tingkat
Decision Making Unit (DMU), sedangkan model sistem dinamis dibangun melalui
Causal Loop Diagram (CLD) dan Stock Flow Diagram (SFD) untuk mensimulasikan
perilaku sistem dari waktu ke waktu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi
teknis pada tingkat petani sebesar 0,81, pedagang 0,90, dan pengolah 0,95,
dengan efisiensi teknis agregat rantai pasok sebesar 0,69. Hal ini menunjukkan
bahwa hanya 69 persen dari potensi maksimum output kedelai yang mampu mengalir
secara efektif dari tahap produksi hingga pengolahan. Inefisiensi terbesar
terjadi pada tahap produksi dan distribusi awal akibat susut panen dan
pascapanen, tingginya penggunaan tenaga kerja manual, keterbatasan sarana
penyimpanan, serta jarak distribusi yang panjang. Inefisiensi tersebut bersifat
akumulatif dan berdampak langsung terhadap peningkatan biaya logistik serta
harga pokok produksi (HPP).
Simulasi skenario menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi teknis sebesar
5–10 persen mampu menurunkan biaya logistik dan HPP secara signifikan,
meningkatkan volume pasokan efektif, serta memperbaiki stabilitas harga dalam
jangka menengah. Perbaikan terintegrasi pada tahap produksi dan distribusi awal
memberikan dampak sistemik paling besar. Dalam kerangka sistem dinamis,
efisiensi teknis berfungsi sebagai variabel pengungkit yang memengaruhi biaya,
harga, dan keputusan produksi melalui mekanisme umpan balik. Penelitian ini
memberikan kontribusi dengan mengintegrasikan pengukuran efisiensi teknis dan
pemodelan sistem dinamis sebagai dasar perumusan kebijakan peningkatan daya
saing rantai pasok kedelai secara berkelanjutan.