Abstrak


Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Community-Acquired Pneumonia (CAP) Anak Di RSUP Dengan Analisis Gyssens


Oleh :
Aprilia Nur Hapsari - M0622010 - Fak. MIPA

Community Acquired Pneumonia (CAP) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak sehingga memerlukan terapi antibiotik yang sesuai untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan mencegah terjadinya resistensi antibiotik. Evaluasi penggunaan antibiotik dapat dilakukan menggunakan metode Gyssens untuk menilai ketepatan penggunaan antibiotik secara kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik serta hubungan kesesuaian penggunaan antibiotik terhadap hasil klinis dan lama rawat inap pasien anak dengan CAP di RSUP Surakarta periode 2024. Penelitian ini menggunanakan metode kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif menggunakan data rekam medis. Evaluasi ini dilakukan berdasarkan metode Gyssens dengan mengacu pada Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) 2021 dan World Health Organization (WHO) 2022. Hasil klinis pasien dinilai berdasarkan perbaikan kondisi klinis, sedangkan lama rawat inap dikategorikan menjadi Length of Stay (LOS) pendek (<5 hari) dan LOS panjang (≥5 hari). Analisis hubungan antara kesesuaian penggunaan antibiotik dengan hasil klinis dan lama rawat inap dilakukan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan Fisher Exact Test. Hasil penelitian menujukkan dari 85 peresepan antibiotik sebanyak 73 antibiotik (85,88%) termasuk kategori tidak sesuai, sedangkan 12 antibiotik (14,12%) merupakan tergolong sesuai. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kesesuaian penggunaan antibiotik dengan perbaikan suhu tubuh (p=0,113) maupun lama rawat inap (p=0,453), tetapi terdapat hubungan signifikan dengan perbaikan saturasi oksigen (p=0,033). Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien CAP anak di RSUP Surakarta didominasi oleh penggunaan antibiotik yang tidak sesuai, sehingga dierlukan evaluasi untuk meningkatkan penggunaan antibiotik untuk mendukung efektivitas terapi dan mencegah resistensi antibiotik.