Abstrak
Pengaruh Latihan Plyometric Barrier Hops Dan Jump To Box Terhadap Peningkatan Kecepatan Sprint Pada Siswa Ekstrakurikuler Futsal SMA Negeri 1 Boyolali
Oleh :
Muhammad Fauzan Wahyu Pradana - O0122096 - Fak. Keolahragaan
Muhammad Fauzan Wahyu Pradana. O0122096. PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC BARRIER HOPS DAN JUMP TO BOX TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN SPRINT PADA SISWA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMA NEGERI 1 BOYOLALI. Skripsi.Surakarta: Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2026.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric barrier hops dan jump to box terhadap peningkatan kecepatan sprint pada siswa ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 1 Boyolali, serta mengetahui metode latihan yang lebih efektif di antara kedua bentuk latihan tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan sprint siswa dalam permainan futsal, sehingga diperlukan metode latihan yang tepat untuk meningkatkan performa kecepatan pemain.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain two group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 1 Boyolali yang dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing. Kelompok A diberikan perlakuan berupa latihan plyometric barrier hops, sedangkan kelompok B diberikan latihan jump to box. Instrumen penelitian menggunakan tes sprint 30 meter. Program latihan dilaksanakan selama 6 minggu dengan frekuensi latihan dua kali dalam satu minggu. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test dengan bantuan SPSS 26.Penelitian menunjukkan bahwa latihan plyometric barrier hops memberikan pengaruh terhadap peningkatan kecepatan sprint dengan persentase peningkatan sebesar 9,45%, yaitu dari rata-rata pre-test 5,08 detik menjadi 4,60 detik pada post-test. Sementara itu, latihan jump to box juga memberikan pengaruh terhadap peningkatan kecepatan sprint dengan persentase peningkatan sebesar 7,09%, yaitu dari rata-rata pre-test 5,08 detik menjadi 4,72 detik pada post-test. Berdasarkan hasil perbandingan kedua kelompok, latihan plyometric barrier hops menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan latihan jump to box.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua metode latihan plyometric berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan sprint siswa ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 1 Boyolali. Namun, latihan plyometric barrier hops terbukti lebih efektif dibandingkan latihan jump to box dalam meningkatkan kecepatan sprint siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelatih, maupun peneliti lain dalam menyusun program latihan fisik pada cabang olahraga futsal.