Abstrak


Eufemisme dalam Surat Putusan Perceraian oleh Pengadilan Agama di Kota Surakarta


Oleh :
Theresia Tara Putri - B0222076 - Fak. Ilmu Budaya

Theresia Tara Putri. B0222076. 2026. Eufemisme dalam Surat Putusan Perceraian oleh Pengadilan Agama di Kota Surakarta. Skripsi: Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta.
            Alasan yang mendasari dilakukannya penelitian ini, yakni pandangan masyarakat yang membingkai perceraian sebagai suatu hal negatif dan kurang pantas untuk dibicarakan. Bagi sebagian orang pengungkapan perceraian secara terbuka dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman. Hal tersebut mendorong sebagian besar dari masyarakat untuk mencari ungkapan lain yang lebih halus, menunjukkan rasa hormat, serta empati terhadap mereka yang mengalami perceraian. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana tipe eufemisme dalam surat putusan perceraian oleh Pengadilan Agama di Kota Surakarta? (2) Bagaimana referensi eufemisme dalam surat putusan perceraian oleh Pengadilan Agama di Kota Surakarta? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan tipe eufemisme dalam surat putusan perceraian oleh Pengadilan Agama di Kota Surakarta. (2) mendeskripsikan referensi eufemisme dalam surat putusan perceraian oleh Pengadilan Agama di Kota Surakarta.
            Data penelitian ini berupa kata, frasa, dan klausa yang menunjukkan adanya eufemisme. Sumber data penelitian ini diperoleh dari Pengadilan Agama di Kota Surakarta yang mengunggah surat putusan perceraian pada laman resmi Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/index/kategori/perceraian.html pada bulan Juli 2024 hingga Desember 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah metode simak dengan menggunakan teknik lanjutan berupa teknik catat. Kemudian, dalam analisis data penelitian ini digunakan metode agih dengan teknik dasar Bagi Unsur Langsung (BUL). Selanjutnya, dalam penelitian ini juga digunakan teknik ganti sebagai teknik lanjutan untuk menyelesaikan rumusan masalah pertama dan menggunakan metode padan referensial untuk menyelesaikan rumusan masalah kedua. Lebih lanjut, hasil analisis dalam penelitian ini akan disajikan dengan menggunakan metode penyajian informal.
            Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ditemukan 10 tipe eufemisme yang digunakan dalam surat putusan perceraian yang dikeluarkan Pengadilan Agama di Kota Surakarta. Kesepuluh tipe eufemisme yang ditemukan meliputi metafora, flipansi, memodelkan kembali, sirkomlokusi, akronim, singkatan, umum ke khusus, makna di luar pernyataan, jargon, dan kolokial. Tipe eufemisme yang paling banyak digunakan adalah tipe eufemisme jargon. Kemudian, dalam surat putusan perceraian yang dikeluarkan Pengadilan Agama di Kota Surakarta ditemukan 4 jenis referensi eufemisme. Keempat referensi eufemisme tersebut terdiri atas referensi eufemisme profesi, penyakit, aktivitas, serta sifat atau keadaan. Referensi eufemisme profesi adalah referensi eufemisme yang paling banyak digunakan.