Abstrak


Efikasi Diri Pengelola dalam Ssistem Layanan Kesehatan Mental Mahasiswa: Studi Kualitatif di UMS


Oleh :
Andini Rahma Latifani - P0122020 - Fak. Psikologi

Kesehatan mental merupakan isu krusial yang membutuhkan respons sistemik dari perguruan tinggi melalui University-Based Mental Health Services (UBMHS). Efektivitas layanan tidak hanya ditentukan oleh sistem yang ada, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang menjalankan, terutama efikasi diri pengelola sebagai keyakinan individu terhadap kemampuan dalam menjalankan tugas. Meskipun kajian efikasi diri cukup berkembang, penelitian pada konteks pengelolaan layanan kesehatan mental di perguruan tinggi masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi gambaran efikasi diri pengelola layanan kesehatan mental mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data primer dihimpun melalui wawancara mendalam terhadap lima subjek yang terlibat langsung dalam pengelolaan unit Student Mental Health and Wellbeing Support (SMHWS) UMS, diperkuat dengan triangulasi metode berupa observasi dan studi dokumen. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri pengelola SMHWS terdiferensiasi berdasarkan aspek layanan dan intensitas keterlibatan. Keyakinan paling tinggi ditemukan pada domain operasional klinis yang sudah mapan, seperti penanganan kasus, koordinasi internal, dan standar kualifikasi staf, sementara keyakinan lebih terbatas pada domain yang memerlukan koordinasi lintas sistem seperti pengembangan program peer support dan perluasan promosi layanan. Efikasi diri pengelola dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu pengalaman dan kompetensi sebagai faktor paling dominan, lingkungan sosial dan kolaborasi tim, kondisi internal psikologis, serta dukungan institusional. Penelitian ini juga menemukan faktor emergent berupa kepatuhan terhadap etika profesional yang berfungsi sebagai sumber legitimasi dalam pengambilan keputusan klinis maupun administratif.