Abstrak
Prarancangan Pabrik Sinamaldehida dari Asetaldehida dan Benzaldehida Kapasitas 12.000 Ton/Tahun
Oleh :
Zubad Sunanul Umam - I0522119 - Fak. Teknik
Sinamaldehida atau juga disebut Cinnamic aldehyde
merupakan senyawa berupa cairan kental berwarna kuning pucat dengan aroma kayu
manis. Kegunaan sinamaldehida terutama untuk perasa makanan dan juga pewangi. Pabrik
sinamaldehida direncanakan beroperasi pada tahun 2029 di Kawasan Industri Java
Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Kabupaten Gresik, Jawa
Timur dengan kapasitas 12.000 ton/tahun. 1 kg produk sinamaldehida 99%
membutuhkan 0,13 kg natrium hidroksida cair, 10,40 kg air, 0,33 kg asetaldehida, 0,90 kg benzaldehida,
dan 0,08 kg asam sulfat serta menghasilkan limbah 10,83 kg. Proses pembuatan
sinamaldehida diawali dengan pelarutan NaOH dengan air di dalam mixer sebelum
diumpankan ke reaktor. Reaksi pembentukan sinamaldehida bersifat eksotermis pada
fase cair dengan kondisi operasi suhu 70°C tekanan 4,2 atm dihasilkan konversi
65% terhadap asetaldehida pada reaktor alir tangki berpengaduk (RATB). Produk
keluaran reaktor kemudian diumpankan menuju netralisasi untuk
dinetralisasi menggunakan asam sulfat. Kemudian, arus keluar netralisasi dipisahkan
fraksi organik dan air menggunakan dekanter. Fraksi organik keluaran dari
dekanter berupa sinamaldehida dan benzaldehida akan dimurnikan menggunakan
menara distilasi 1. Keluaran atas menara distilasi 1 berupa benzaldehida
akan didaur ulang menuju reaktor, sedangkan keluaran bawah berupa produk
sinamaldehida dengan kemurnian 99% akan didinginkan dan disimpan di dalam
tangki penyimpanan. Selanjutnya untuk fraksi air keluaran dekanter berupa
asetaldehida, benzaldehida, sinamaldehida, air, natrium sulfat, dan natrium
karbonat akan masuk ke dalam menara distilasi 2. Asetaldehida dengan impuritas air
keluaran atas menara distilasi didaur ulang menuju reaktor. Hasil bawah menara
distilasi dialirkan menuju unit pengolahan limbah (UPL). Unit pendukung proses
pabrik sinamaldehida meliputi unit pengadaan air diperoleh dari selat madura
dengan kebutuhan 0,04 m3/kg produk. Kebutuhan refrigerant
ammonia cair 0,93 kg/kg produk. Kebutuhan udara tekan 0,045 m3/kg produk,
listrik 0,36 kWh/kg produk, serta bahan bakar industrial diesel oil (IDO)
0,012 L/kg produk dan 0,015 high speed diesel (HSD) L/kg produk. Kualitas
bahan baku dan produk juga dijaga sesuai
spesifikasi dengan adanya laboratorium dan limbah yang dibuang dijaga
agar sesuai dengan batasan peraturan pemerintah. Bentuk perusahaan yang dipilih
adalah Perseroan Terbatas (PT), dengan struktur organisasi line and staff.
Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja terdiri dari karyawan shift
sebanyak 96 karyawan dan non-shift sebanyak 87 karyawan. Hasil analisis
ekonomi diperoleh, ROROI (Rate of Return on Investment) sebesar 31,99S%,
PBP (Pay Back Period) selama 2,71 tahun, DPBP (Discounted Payback
Period) selama 3,25 tahun, DCFROR (Discounted Cash Flow Rate of Return)
sebesar 19,38%, BEP (Break Event Point) 42,67%, dan SDP (Shut Down Point)
19,99%. Berdasarkan analisis ekonomi, pabrik ini layak
dipertimbangkan untuk didirikan.