Abstrak
PRARANCANGAN PABRIK ISOPROPIL ALKOHOL DARI PROPILEN DAN AIR KAPASITAS 66.000 TON/TAHUN
Oleh :
Muhammad Rizqi - I0522075 - Fak. Teknik
Isopropil alkohol (C3H7OH) merupakan cairan yang tidak berwarna, mudah menguap, dan mudah terbakar. Senyawa ini digunakan sebagai solvent, pembuatan bahan kimia dalam bidang pertanian, bahan tambahan obat-obatan, dan antiseptik serta digunakan pada industri pembuatan aseton, metil isobutil keton, metil isobutil karbinol, isopropilamin, dan isopropil asetat. Pabrik isopropil alkohol dengan kapasitas 66.000 ton/tahun dirancang untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor. Satu kilogram produk isopropil alkohol membutuhkan 0,86 kg propilen dan 0,34 kg air sebagai bahan baku. Pabrik ini juga menghasilkan produk samping berupa diisopropil eter (C6H14O) sebanyak 0,13 kg dan limbah gas sebanyak 0,06 kg. Pabrik ini direncanakan beroperasi pada tahun 2028 di Kota Cilegon, Banten. Pembuatan isopropil alkohol dengan cara mereaksikan propilen dengan air pada suhu 145 °C – 150 °C dan tekanan 90 atm di dalam trickle bed reactor dengan kondisi operasi non-adiabatis. Perbandingan mol propilen dengan mol air adalah 1 : 13,5. Reaksi yang terjadi bersifat eksotermis dan berlangsung pada fase gas-cair. Bahan baku yang dibutuhkan adalah propilen dengan kemurnian 99,5% sebanyak 57.245,07 ton/tahun yang diperoleh dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, air sebanyak 247.463 ton/tahun, dan katalis Amberlyst DT sebanyak 213,32 kg/tahun. Produk utama yang dihasilkan berupa isopropil alkohol dengan kemurnian 99,5% berat dengan impuritas air dan diisopropil eter. Produk samping berupa diisopropil eter dengan kemurnian 99,5% berat dengan impuritas isopropil alkohol. Utilitas pabrik meliputi penyediaan air, udara tekan, bahan bakar, dan listrik. Setiap satu kilogram produk membutuhkan air sebesar 3,25 kg, listrik sebesar 0,17 kWh, dan 0,045 L bahan bakar Industrial Diesel Oil (IDO). Pabrik juga dilengkapi dengan laboratorium untuk mengontrol kualitas bahan baku dan produk. Kebutuhan listrik pabrik disuplai oleh PLN dan generator sebagai cadangan dengan bahan bakar HSD. Perusahaan ini berbentuk PT (Perseroan Terbatas) dengan struktur organisasi line and staff. Pembagian jam kerja karyawan terdiri dari sistem shift dan non-shift. Karyawan berjumlah 143 orang dengan 67 orang bekerja secara shift dan 76 orang non-shift. Hasil analisis profitabilitas non-discounted menunjukkan nilai Payback Period selama 1,16 tahun, Cumulative Cash Ratio (CCR) sebesar 2,88, Cumulative Cash Position (CCP) sebesar Rp1.511.575.846.227, dan Rate of Return on Investment (ROROI) sebesar 76,42%. Hasil analisis profitabilitas discounted menunjukkan nilai Discounted Payback Period selama 1,5 tahun, Present Value Ratio (PVR) sebesar 1,75, Net Present Value (NPV) sebesar Rp565.344.142.563, dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 19,37%. Evaluasi resiko dalam perhitungan profitabilitas memperoleh nilai Break Even Point sebesar 51,68% dan Shut Down Point sebesar 33,05%. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik isopropil alkohol dengan kapasitas 66.000 ton/tahun layak didirikan.